UMKM Lombok Tengah Kembali Bergerak ‘Pascalumpuh’ Akibat Covid-19

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah akhirnya memutuskan untuk membuka kembali tiga lokasi di Praya yang selama ini menjadi tempat berjualan pedagang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Tiga lokasi yang dibuka yakni RTH Tastura Praya, RTH Tonjeng Beru dan sebelah timur masjid Agung Praya.

Dibukanya tiga tempat usaha UMKM ini setelah pedagang meminta pemerintah membolehkan mereka berjualan lagi. Pasalnya, berbulan-bulan pendapatan mereka pupus karena lokasi jualan ditutup akibat Covid-19.

“Sabtu, 25 Juli ini dibuka serentak yang tiga tempat itu di Praya saja”,kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Lombok Tengah, H. Lalu Aknal Afandi, Jumat (24/7/2020) di Praya.

Dikatakan, pemerintah bersedia untuk membuka tiga lokasi itu karena para pedagang berjanji untuk mematuhi protokol pencegahan Covid-19.

“Selalu memakai masker, sediakan tempat cuci tangan dan jaga jarak”, imbuhnya.

Dia berharap pedagang mematuhi perjanjian yang telah disepakati itu. Bagi pedagang yang melanggar, akan diberikan sanksi sosial, yakni membersihkan lokasi berjualan.

“Karena aturan kita tentang sanksi itu belum ada sampai sekarang. Tapi demi kebersamaan kita dengan pedagang, mereka siap. Tapi sanksi sosial”,kata L. Aknal.

Waktu berjualan pedagang juga akan diatur. Untuk pedagang yang ada di sebelah timur Alun-alun Tastura bisa buka dari pagi hari. Namun, terhadap pedagang di sebelah barat, utara dan selatan Alun-alun tidak boleh buka pagi hari.

“Jam 4 sore baru boleh mulai dibuka”,katanya.

Sedangkan air mancur yang ada di dalam Alun-alun, belum bisa dihidupkan untuk sementara waktu. Meskipun pedagang sangat berharap air mancur itu dihidupkan untuk memancing keramaian.

“Tapi nanti dulu. Kalau itu dihidupkan pasti akan ramai. Sementara kita hindari jangan sampai ada terpapar Covid-19”,katanya.

Kalau Covid-19 sudah tidak ada lagi dipastikan air mancur itu akan dihidupkan lagi.

Pihaknya akan tetap memantau aktivitas pedagang agar taat pada perjanjian yang telah disepakati untuk mematuhi protokol pencegahan Covid-19.

“Pol PP setiap hari akan monitor. Tiap hari akan ada himbauan. Kita ada 4 armada dilengkapi dengan sound sistem”, ujarnya.

Sementara itu, Bupati Lombok Tengah, H. Suhaili FT meminta kepada pedagang untuk tidak hanya mengedepankan haknya dalam ekonomi. “Ada hak sehat yang harus dikedepankan”,katanya.

Adapun pemerintah, akan menyiapkan sarana prasarana pencegahan Covid-19 di tiga lokasi itu seperti tempat cuci tangan dengan sabun.

“Tugas pemerintah adalah memfasilitasi pasilitas pencegahan Covid-19 tidak masalah untuk dibuka”, katanya.