UMMat Miliki Perpustakaan Terbaik Untuk Perguruan Tinggi Swasta di NTB

Gedung Perpustakaan UMMat H Lalu Mudjitahid, telah diresmikan, Senin (12/4/2021. (Inside Lombok/Istimewa)

Mataram (Inside Lombok) – Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMat) terus meningkatkan fasilitas untuk mahasiswa dan dosen. Yang terbaru, telah diresmikan Gedung Perpustakaan H Lalu Mudjitahid, Senin (12/4/2021).

Diabadikannya nama H Lalu Mudjitahid di Gedung Perpustakaan UMMat bukan tanpa alasan. Mudjitahid merupakan Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMMat yang pertama. Sehingga untuk mengenang jasa-jasanya, nama H Lalu Mudjitahid dipilih untuk Perpustakaan UMMat.

Rektor UMMat H Arsyad Gani mengatakan, Mudjitahid merupakan tokoh Muhammadiyah yang sangat melek literasi. ”Pimpinan universitas sepakat mengangkat nama beliau. Setelah ini, UPT Perpustakaan UMMat akan menerbitkan sejarah tentang UMMat,” kata Arsyad Gani.

Kepala UPT Perpustakaan UMMat Iskandar menerangkan, di gedung baru ini, fasilitas yang dimiliki sudah lebih baik. Bahkan jika dibandingkan dengan perpustakaan milik perguruan tinggi swasta lain di NTB.

Inovasi dan teknologi dikembangkan UPT Perpustakaan UMMat, melalui perpustakaan digital. Repository institusi UMMat yang tidak hanya berisi buku, tapi juga karya ilmiah dari mahasiswa serta dosen.

Lewat perpustakaan digital, mahasiswa maupun dosen yang tidak bisa datang ke kampus, bisa mengakses layanan dari rumah. Ini merupakan salah satu inovasi yang dikembangkan di tengah pandemi covid-19.

”Bisa lewat rumah. Cukup dengan download di playstore dengan nama Perpustakaan UMMAT,” tuturnya.

Terkait dengan repository institusi, kata Iskandar, bisa diakses langsung di laman resmi UMMat. Yang tersambung langsung dengan Google Scholar, Sinta dan Rama Dikti. Sebagai terobosan perpustakaan untuk skala perguruan tinggi swasta di NTB.

”Ini satu-satunya di NTB untuk perguruan tinggi swasta. Gedungnya juga tiga lantai,” kata Iskandar.

Ia berharap hadirnya gedung perpustakaan yang baru, mahasiswa akan lebih semangat menghidupkan perpustakaan.Sebab, perpustakaan merupakan jantung sebuah universitas. Selain mahasiswa, UPT Perpustakaan juga berupaya untuk menarik minat dosen agar ikut meramaikan perpustakaan.

”Kita sudah buatkan ruangan khusus dosen, untuk mereka yang ingin menulis atau baca. Kami paham pentingnya fokus untuk membuat karya ilmiah, makanya kita sediakan ruangan khusus,” beber Iskandar.