Uniqlo Gandeng UMKM NTB Dongkrak Produk Lokal

39
Salah satu produk lokal NTB yang telah mengikuti kurasi neighborhood collaboration Uniqlo Indonesia (Inside Lombok/Devi)

Mataram (Inside Lombok) – PT Fast Retailing Indonesia atau Uniqlo Indonesia menggandeng UMKM NTB untuk mendorong daya saing produk lokal agar mendunia. Nantinya perusahaan tersebut akan membuka cabang usahanya di NTB dan melibatkan beberapa UMKM lokal.

Director Of Corporate Affairs Uniqlo Irma Yunita menerangkan, ini bagian dari Uniqlo neighborhood collaboration, Uniqlo setiap kali membuka tokonya ada program kurasi UKM-UKM pada dilokasi tempat Uniqlo membuka usaha. Kemudiannya pihaknya akan mempromosikan di tokonya.

“Kami buatkan show space nanti produk-produk UKM terpilihnya agar bisa dipajang di toko kami. Kemudian customer Uniqlo bisa melihat dan membeli produk lokal tersebut,” ujar Irma Yunita, Kamis (20/1).

Mereka para costumer bisa scan barcode yang ada keterangan di bawah produk lokal yang ditampilkan. Semua transaksi langsung dilakukan antara penjual dan pembelinya, hal ini juga bagian MoU Uniqlo dengan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM).

Ada sebanyak 13 produk lokal telah dikurasi untuk kemudian di promosikan di Uniqlo nantinya. Produknya bermacam-macam mulai dari kerajinan hingga kosmetik juga dilibatkan.

“Tahun lalu kami tanda tangan dengan tim yang di Solo, jadi memang komitmen Uniqlo berkelanjutan terus. Setiap kami membuka toko kami akan mempromosikan UKM setempat di dalam toko kami harapannya supaya ukm itu bisa berkembang,” imbuhnya.

Nantinya, Uniqlo akan hadir di salah satu pusat perbelanjaan di Mataram. Meskipun belum buka dalam waktu dekat, tetapi pihaknya memperhatikan bagaimana pelaku usaha lokal bisa berkembang dan maju.

“Selain promosi mungkin nanti kami akan melakukan program program pelatihan daya saing, itu bagian dari program kolaborasi Neighborhood,” ujarnya.

Terpisah, UKM Loyok Kreatif salah satu peserta kurasi neighborhood collaboration Uniqlo Indonesia, Agus Hartadi menyambut baik dengan adanya perusahaan yang melibatkan UKM. Apalagi produk-produk UKM diberikan tempat untuk menawarkan produknya sendiri.

“Saya punya produk tas bambu kombinasi tenun, hari ini sudah kurasi. Kalau masalah masuknya tidak itu tergantung tim kuratornya. Kalau misalkan kita lolos, ya kita usahakan apa yang diinginkan oleh Uniqlo sendiri,” ujarnya. (dpi)