Warga Lombok Berduka Atas Wafatnya TGH Yusuf Abdussatar

Ratusan jamaah mengantarkan jenazah TGH Yusuf Abdussatar ke Tempat Pemakaman Umum Kediri pada Minggu (27/01/2019). (Inside Lombok/Istimewa)

Lombok Barat (Inside Lombok) – Ratusan jamaah mangantarkan TGH Muhammad Yusuf Abdusattar ke pemakamannya pada Minggu (27/01/2019). Ia merupakan Pendiri Pondok Pesanteren Yusuf Abdussatar. Ia telah meninggal dunia pada pukul 03.30 wita di Rumah Sakit Islam Sitti Hajar Mataram.

Ia dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Kediri setelah shalat Ashar. Banyak muridnya yang melayat sejak pukul 11.00 wita.

Diketahui bahwa ia mendirikan Ponpes pada tahun 1995. Setelah keluar dari Ponpes Islahuddiny Kediri.

TGH Yusuf Abdussatar dikenal sebagai sosok yang baik. Dedikasinya dalam dunia pendidikan islam di Kediri, terutama tentang hafalan tidak diragukan lagi. Ia dikenal tekun dalam mengajar. Bahkan dikenal selalu konsisten dengan waktu mengajar.

“Beliau sangat tekun dan disiplin dalam membina saya dan teman-teman itu sekitar 7 tahunan,” kata salah satu muridnya, TGH M Subeki Sasaki, di Kediri, Minggu (27/01/2019).

Ia menjadi murid angkatan Pertama sewaktu lembaga Tahfizul Qur’an Darul Furqon di Ponpes Islahudinny dibuka pada tahun 1988-1989.

Banyak pengalaman dan kesan yang dialami Subeki atas sosok TGH Yusuf Abdussatar. Ia dikenal perhatian dan penuh kasih sayang terhadap murid-muridny.

“Beliau tidak pernah tidak masuk mengajar, selalu hadir mengajar. Kadang ada orang besilaq roah. Beliau menjawab mohon maaf saya sedang sibuk mengajar santri yang menyetorkan hafalan,” ceritanya.

Hal senada disampaikan juga oleh Bupati Lobar H Fauzan Khalid. Sebab ia juga pernah menjadi murid TGH Abdussatar dalam kurun waktu tiga tanun. Sosok guru yang konsisten memang dirasakan oleh Fauzan.

“Sepanjang hayat beliau, hanya Al-Quran yang diajarkan,” ucapnya.

Menurut Fuazan, TGH juga merupakan sosok yang sederhana dan istiqomah. Hal itu yang membuat orang nomor satu di Lobar ini secara pribadi sangat terkesan.