Nelayan Takut Melaut Karena Cuaca Buruk

188
Nelayan di Dusun Taman gantung jaring karena tidak bisa melaut akibat cuaca ekstrim. (Inside Lombok/Muhammad)

Lombok Barat (Inside Lombok) – Cuaca ekstrim yang terjadi pada hampir semua daerah di NTB beberapa hari terakhir membuat nelayan tidak berani melaut. Seperti yang dialami oleh para nelayan di Dusun Taman Desa Taman Ayu Kecamatan Gerung.

Kondisi cuaca itu memaksa warga pesisir pantai Induk itu memilih berdiam di rumah. Mereka tidak dapat mencari ikan karena kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Menganggur kita. Karena cuaca buruk ini, kita ndak berani melaut,” ujar nelayan setempat, Saleh, Jumat (25/01/2019).

Kondisi itu sudah berlangsung sebulan terakhir. Bahkan, sepekan terakhir cuaca ektrim yang terjadi semakin membuat para nelayan itu takut melaut.

Ia memperkirakan hal ini akan berlangsung sampai Maret mendatang.

“Setelah itu baru kita mungkin berani melaut jauh-jauh. Cuaca sudah lebih baik kalau Maret itu,” ujarnya.

Untuk memenuhui kehidupan sehari-hari nelayan ini terpaksa mengumpulkan rongsokan yang terbawa oleh air laut ke pantai. Meski hasilnya tidak banyak dan pada akhirnya ia terpaksa berutang kepada keluarga dan tetangganya.

“Dalam sehari itu kita bisa dapat Rp150 ribu kalau kita melaut. Tapi kalau sekarang kan tidak melaut. Jadi hanya andalkan jualan rongsokan, tapi ndak seberapa,” ujarnya.

Plt Kepala Desa Taman Ayu, L Muzhari mengaku cuaca ektrim ini memang sangat dirasakan dampaknya. Karena nelayan yang menjadikan hasil tangkapan sebagai sumber penghasilan sementara ini harus gigit jari.

“Efeknya pasti pada kebutuhan hidupnya,” ujarnya.

Pihaknya mengaharapaknya kepada Dinas Sosial Kabupaten Lombok Barat untuk dapat memperhatikan kondisi para warga pesisir pantai.