28.5 C
Mataram
Kamis, 22 Januari 2026
BerandaDaerahNTBIMI NTB Berharap MXGP Tetap Terlaksana

IMI NTB Berharap MXGP Tetap Terlaksana

Mataram (Inside Lombok) – Ikatan Motor Indonesia (IMI) NTB masih berharap pelaksanaan event internasional MXGP bisa tetap dilanjutkan. Karena salah satu event balap ini disebut memberikan multiplier efek bagi daerah.

Ketua IMI NTB, Lalu Herman Mahaputra mengatakan keberlanjutan event MXGP ini tergantung dari Samota Enduro Gemilang (SEG). Karena IMI menyayangkan jika event tersebut tidak dilanjutkan lagi. “Kalau sirkuit kan IMI. Cuma lokasinya kan diambil alih oleh Pemkot Mataram,” katanya.

Ia menjelaskan, izin pelaksanaan MXGP dipegang oleh SEG. Namun jika nanti NTB baik Pulau Sumbawa dan Kota Mataram tidak melaksanakan lagi, maka berpotensi dijual ke daerah lain. “Tapi kan sayang kalau dijual ke provinsi lain. Selama SEG masih bisa melaksanakan kan bisa,” katanya.

Keberlanjutan MXGP ini disebut tidak ada hubungannya dengan tidak terpilihnya Zulkieflimansyah sebagai Gubernur NTB untuk periode selanjutnya. Karena selama ini pelaksanaan event balap skala internasional tersebut dilakukan oleh SEG. “Kan bukan Bang DZ (Zulkieflimansyah) tapi SEG. Kalau SEG kemudian punya sponsor lain. Kalau ini kan barang bisnis,” katanya.

IMI NTB mengharapkan agar pelaksanaan balap ini bisa tetap di NTB baik di Kabupaten Sumbawa atau di Kota Mataram. Pasalnya, nilai investasi yang sudah masuk cukup besar di dua daerah tersebut. Bahkan Pemerintah Kabupaten Sumbawa membeli lahan sirkuit untuk pelaksanaan event MXGP. “Sirkuit yang di Sumbawa berapa habisnya, di Kota Mataram Selaparang juga berapa habisnya. Itu saja sih,” katanya.

Untuk penggunaan dana yang bersumber APBD, dr. Jack mengatakan tidak bisa. Pasalnya, pelaksanaan event MXGP dilakukan oleh pihak swasta dengan adanya keuntungan. “Tidak bisa. Karena ini kan swasta dan beda dengan MotoGP itu adalah pemerintah, negara punya. Kalau MXGP swasta, tapi kalau bantuan dari kementerian bisa-bisa saja,” ucapnya.

Kontrak pemanfaatan bandara sebagai sirkuit MXGP yaitu sekitar lima tahun. Tahun ini merupakan kedua kalinya dilaksanakan. “Jika tahun depan dilaksanakan itu jadi tahun ketiga dan kita berharap sih,” katanya.

Dijelaskan dr. Jack, untuk mencari keuntungan pada event MXGP atau otomotif disebut tidak ada. Hanya saja dengan pelaksanaan event tersebut bisa menjadikan Provinsi NTB sebagai barometer otomotif. “Dampak dari kegiatan MotoGP dan MXGP ini luar biasa. Memang butuh proses bukan simsalabim. Ini baru setahun dua tahun,” tutupnya. (azm)

- Advertisement -

Berita Populer