Bulog NTB Kuasai 35 Persen Pasar BPNT

Pimpinan Wilayah Bulog Divre NTB, Supriyanto, menunjukkan sampel beras yang dijual ke pasaran, di Mataram, Selasa (6/1/2020). (Inside Lombok/ANTARA/Awaludin)

Mataram (Inside Lombok) – Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Nusa Tenggara Barat menguasai sebesar 35 persen pasar pemenuhan kebutuhan beras bagi warga penerima manfaat program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) di provinsi tersebut.

“Kami menguasai 35 persen dari total keseluruhan┬ákebutuhan BPNT di NTB. Dari 1.500 agen, kami sudah melayani sebanyak 550 agen,” kata Pimpinan Wilayah Perum Bulog Divisi Regional NTB, Supriyanto, di Mataram, Selasa.

Ia menyebutkan lokasi yang dilayani sebagian besar wilayah terisolir, seperti di Kabupaten Lombok Utara, dan Pulau Sumbawa. Bahkan, ada daerah yang masih dilayani menggunakan angkutan kuda.

Sebagian besar agen BPNT yang menjadi mitra memilih beras berkualitas premium. Namun ada juga yang memilih kualitas medium, seperti di Kabupaten Dompu.

Namun, menurut Supriyanto, kualitas beras medium yang diolah oleh Bulog NTB tidak jauh berbeda dengan kualitas premium, karena merupakan beras baru.

“Memang penerima manfaat program BPNT tidak tahu jenis beras yang diterima, tapi sebagian besar agen menjual beras premium,” ujarnya.

Pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas beras medium dan premium agar jumlah agen BPNT yang menjadi mitra terus bertambah.

Selama ini, kata Supriyanto, kendala yang dihadapi adalah pandangan masyarakat tentang kualitas beras Bulog yang sudah tersimpan lama di gudang. Padahal, itu merupakan fakta lama yang sudah berubah.

Masalah teknis yang juga menjadi kendala adalah koordinasi dengan Hipunan Bank Milik Negara (Himbara), sebagai bank tempat pencairan dana BPNT, serta kesepakatan dengan Dinas Sosial di daerah.

“Tapi kami upayakan jumlah agen mitra naik tahun ini. Dulu awalnya hanya 150-an agen, tapi jumlahnya terus berkembang hingga mencapai 550 agen saat ini,” katanya. (Ant)