Tim SAR Belum Temukan Bocah Hangut di Mataram

Tim SAR gabungan menyusuri aliran sungai untuk mencari keberadaan Hasan Wirayuda (6), yang hanyut di Sungai Jangkuk, Kota Mataram, NTB, Selasa (6/1/2020). (Inside Lombok/ANTARA/Awaludin)

Mataram (Inside Lombok) – Tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan belum menemukan bocah bernama Hasan Wirayuda (6), yang hanyut di Sungai Jangkuk, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada Senin (6/1), meskipun sudah dilakukan pencarian selama dua hari.

“Hingga hari kedua upaya pencarian, korban belum ditemukan. Mudahan sore hari ini ada hasil,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram, I Nyoman Sidakarya, yang ditemui di┬áKota Mataram, Selasa.

Pada hari pertama pencarian, kata dia, Tim SAR gabungan menyusuri aliran sungai Jangkuk sepanjang 1,5 kilometer, mulai dari lokasi tempat awal korban tenggelam. Namun tidak membuahkan hasil.

Upaya pencarian diperlebar hingga satu kilometer pada hari kedua pencarian. Tim SAR gabungan melakukan pencarian secara manual, namun terkendala derasnya arus sungai dan bebatuan.

“Mudahan dengan agak surutnya air sungai, upaya pencarian bisa lebih mudah, sehingga korban segera ditemukan,” ucap Nyoman.

Informasi yang diperoleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram, peristiwa tersebut bermula ketika Hasan Wirayuda bersama lima orang temannya mandi di sungai Jangkuk, Lingkungan Karang Mas-Mas, Kelurahan Cakranegara Utara, pada Senin (6/1), sekitar pukul 15.00 WITA.

Menurut keterangan para saksi, Hasan Wirayuda mendahului mandi dengan cara terjun ke sungai sebanyak tiga kali naik turun ke kali. Namun saat terjun ketiga kalinya, anak dari pasangan Hasanudin, dan Mardiana Sari itu, terbawa arus sungai yang cukup deras.

Korban sempat mengangkat kedua tangannya di dalam air sambil terseret arus dan sempat meminta tolong serta berpegangan di batu. Namun akhirnya terseret arus karena tangannya tidak kuat berpegangan.

Melihat korban terbawa arus, lima orang anak yang ikut mandi di sungai meminta tolong kepada warga sekitar. Sebagian lagi pulang memberitahukan orang tua korban.

“Mengetahui hal itu, orang tua korban melaporkan peristiwa tersebut, dan kami menerima laporan sekitar pukul 15.30 WITA,” kata Nyoman. (Ant)