Disdag Segera Manfaatkan Lapak Suvenir Pasar Dasan Agung

Lapak sovenir di Pasar Dasan Agung Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat segera dimanfaatkan. (Inside Lombok/ANTARA News/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Perdagangan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, segera memanfaatkan lapak suvenir di Pasar Dasan Agung terintegrasi dengan keberadaan Masjid Hubbul Wathan Islamic Center yang berada tepat di sampingnya.

“Setelah serah terima dari Pemerintah Provinsi NTB, kami sudah memberikan kepercayaan kepada kepala pasar untuk mengusulkan siapa yang boleh berjualan di lapak tersebut,” kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram H Amran M Amin di Mataram, Selasa.

Ia mengatakan, pemanfaatan lapak itu direncanakan dua sif, pertama pada pagi hari lapak tersebut bisa dimanfaatkan oleh warga yang berjualan kuliner khas Kota Mataram.

Sementara itu pada sore hingga malam dapat digunakan untuk para pedagang khusus menjual berbagai peralatan ibadah seperti peci, kopiah, tasbih, sorban, busana Muslim, sarung dan lainnya.

“Untuk jam berjualan silakan ditentukan sendiri, meskipun sampai malam tidak masalah selama tidak mengganggu kegiatan ibadah di Islamic Center,” katanya.

Dikatakan, pemanfaatan lapak tersebut memang sengaja direncanakan dua sif, tujuannya agar lapak tidak ada klaim kepemilikan.

Sementara, sistem penjaringan yang akan dilakukan oleh kepala pasar agar tidak terkesan pilih kasih adalah menawarkan dan memberikan kesempatan kepada warga sekitar sebagai peluang untuk berusaha.

“Jangan sampai warga sekitar hanya menjadi penonton. Kami targetkan, dalam minggu ini lapak sudah terisi,” katanya.

Lapak suvenir tersebut dibangun oleh Pemerintah Provinsi NTB dengan total anggaran Rp200 juta, sebanyak lima lapak. Dalam bentuk fisiknya, bagian atas lapak menggunakan ikon kubah Islamic Center. (Ant)