AICE Bangunkan Semangat Anak-anak Lombok Melalui “Senyum Lombok, Senyum Indonesia”

Kepala Sekolah SDI dan MTs Babussalam Mujahiddin, Brand Manager AICE Sylvana Zhong, dan Ketua Program ACT NTB M. Romi Saefudin, bersama siswa-siswi, Gangga, Lombok Utara, Kamis (27/06/2019) (Inside Lombok/Elita)

Lombok Utara (Inside Lombok) – Dalam rangka membangun semangat korban pascagempa tahun 2018 yang lalu, AICE mengadakan program “Senyum Lombok, Senyum Indonesia” pada Kamis (27/06/2019). Program ini merupakan rangkaian kegiatan lamjutan dari mengestafetkan semangat Asian Games.

AICE bekerja sama dengan ACT (Aksi Cepat Tanggap) dan Rumah Yatim untuk berpatisipasi dalam membantu pemulihan bencana. Kolaborasi AICE dengan ACT dalam program Senyum Lombok, Senyum Indonesia ini untuk membangun kembali bangunan SDI dan MTS Babussalam, Kecamatan Gangga, Lombok Utara yang terdampak gempa.

“Kami berterima kasih kepada AICE, anak-anak bisa bersemangat kembali. Kami juga telah mengusulkan warung wakaf karena pondok memiliki 150 santri dan beroperasi selama 24 jam. Kami berharap bisa bekerja sama dengan AICE kembali,” ucap Mujahiddin, Kepala Sekolah SDI dan MTS Babussalam melalui kata sambutannya, Kamis (27/06/2019).

Melalui program tersebut, AICE kembali menyapa sekitar 150 siswa SDI Babussalam. Pihak AICE juga mengajak kumpulan seniman muda Mataram yang dipimpin oleh Kevin Gemala Latumaelissa untuk melukiskan mural di dinding sekolah yang dijuluki sebagai Tembok Seniman.

“AICE percaya semua anak-anak berhak untuk tersenyum dan bahagia. Kali ini, AICE hadir dengan program “Senyum Lombok, Senyum Indonesia” dengan harapan kegiatan ini dapat menginspirasi anak-anak untuk memiliki mimpi besar dan menggandeng anak-anak Lombok untuk terus tersenyum melalui kegiatan pemulihan bencana ini,” ujar Sylvana Zhong, Brand Manager Aice Group Holdings Pte Ltd.

Bersamaan dengan program ini, pihak AICE berharap dengan adanya Tembok Senyuman yang terlukis di dinding sekolah tersebut akan selalu bisa mengingatkan anak-anak Lombok untuk selalu bersemangat dalam menggapai cita-citanya.

Pada kegiatan Senyum Lombok, Senyum Indonesia tersebut, pihak AICE tak lupa juga untuk membagikan es krim gratis kepada siswa-siswi SDI Babussalam. Sebagai es krim pilihan Asian Games 2018 lalu, AICE memberikan perlengkapan alat olahraga kepada siswa-siswi SDI dan MTS Babussalam seperti tali skipping, bola voli, dan raket badminton.

“AICE percaya memiliki gaya hidup sehat harus diterapkan sejak dini. Kami berharap perlengkapan olahraga ini dapat menjadi penyemangat anak-anak Lombok dalam menjalani hidup sehat dan trendy,” imbuh Sylvana.

Sementara itu, Ketua Program ACT NTB, M. Romi Saefudin mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada AICE yang telah memberi kepercayaan untuk bekerja sama dengan pihaknya dalam membangun infrakstruktur di bidang pendidikan dan berharap bisa kolaborasi kembali pada program lain berikutnya.

“Harapannya ke depan Insya Allah Lombok akan bangkit tentunya dengan adanya kepedulian dari masyarakat Indonesia karena masih ada daerah lain yang masih butuh bantuan, beberapa daerah juga sudah mulai mengalami kekeringan, dan ada yang masih tinggal di dalam tenda juga,” jelas Romi.

Bangunan sementara yang dibangun oleh AICE dan ACT ini sudah terselesaikan sejak bulan Februari 2019 lalu dengan luas bangunan SDI dan MTS Babussalam ini 7 x 21 meter. Selain itu juga, kedua pihak tersebut bekerja sama membuat sebanyak 3 dapur umum di Lombok.

ACT NTB sendiri sudah membangun sekolah sebanyak 29 unit di antaranya ada 28 unit semi permanen dan 1 unit permanen yakni SDN 2 Sambik Jengkel, Gangga, Lombok Utara. Selain itu, ACT NTB juga membangun 200 family shelters, Masjid, MCK, Pipanisasi, Sumur bor, 50 unit warung wakaf, dan 50 retail di Lombok.

Setelah mengunjungi SDI dan MTS Babussalam, AICE mengajak anak-anak asuh dari shelter bencana Rumah Yatim di Dusun Jeruk Manis, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara untuk makan begibung ala sasak.

Tentunya serangkaian kegitan juga diisi dengan permainan dengan hadiah alat olahraga bersamaan dengan pembagian es krim AICE gratis kepada seluruh anak asuh Rumah Yatim di Pemenang, Lombok Utara. Selanjutnya, pihak AICE mengajak sekitar 150 anak asuh untuk pergi bersama menonton film Toy Story 4 di Lombok Epicentrum Mall Cinema XXI.

Tujuan utama pihak AICE mengadakan rangkaian kegiatan ini adalah sebagai upaya pemulihan bencana atau trauma healing, serta membuat anak-anak untuk terus tersenyum dan ceria sesuai dengan slogan AICE yaitu “Have an AICE Day”.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada program Senyum Lombok, Senyum Indonesia yang memberikan kesempatan bagi anak-anak Yatim mencicipi es krim untuk pertama kalinya. Selain itu juga menonton bioskop adalah hal baru yang berhasil membuat anak-anak tersenyum tanpa henti hingga sampai kembali di rumah. Semoga dengan senyuman anak-anak kita di Lombok ini dapat lekas pulih dari trauma dan membawa dampak positif bagi kehidupan mereka kedepannya,” ungkap Jana Amir Sumarna, Kepala Cabang Rumah Yatim NTB.

Sebelumnya AICE pernah bekerja sama dengan Rumah Yatim pada bulan Ramadan lalu melalui kegiatan buka bersama dengan menikmati Ice Cream Dessert Mochi Strawberry bersama lebih dari 11.165 anak yatim di 14 kota di Indonesia. Kegiatan ini pun verhasil memecahkan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) yang bertajuk “Pembagian Es Krim secara Serentak di Kota Terbanyak”.