26.5 C
Mataram
Senin, 24 Juni 2024
BerandaEventManfaatkan Transaksi QRIS, Womenpreneur Day Hasilkan Omzet dan Komitmen Pembiayaan Rp11 Miliar

Manfaatkan Transaksi QRIS, Womenpreneur Day Hasilkan Omzet dan Komitmen Pembiayaan Rp11 Miliar

Mataram (Inside Lombok) – Para pelaku UMKM belakangan ini sudah mulai memanfaatkan transaksi cashless atau non tunai dengan menggunakan QRIS. Seperti dilakukan pada kegiatan Womenpreneurday 2024 oleh Lombok Womenpreneur Club (LWC), di mana seluruh UMKM yang mengikuti bazar ikut memanfaatkan transaksi non tunai dengan QRIS. Kegiatan selama dua hari itu pun menghasilan omzet dan komitmen pembiayaan mencapai Rp11 miliar lebih.

Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTB, Berry Ariefsyah Harahap mengatakan kegiatan Womenprenuerday ini bagian dari road to fesyar NTB, sebagai pre event acara fesyar dari KIT di Juli nanti. Penyelenggaraan event seperti ini diharapkan dapat meningkatkan awareness dan pemahaman masyarakat terkait ekonomi dan keuangan syariah. Serta mendorong para pelaku usaha syariah, dari sektor halal food, kosmetik, fesyen dan lainnya untuk meningkatkan omzet. 

“Dari penyelenggaraan jumlah pengunjung 13.381 orang dengan omzet Rp 698 juta dari 56 UMKM. Dengan volume transaksi mencapai 66.000 dari sisi fungsi intermediasi perbankan komitmen pembiayaan bank syariah Rp10,4 miliar, potensi akan terus bertambah hingga pkl 22.00 malam ini”, ujar Berry Ariefsyah Harahap, Usai penutupan Womenprenuerday 2024, Minggu (27/5).

Bank Indonesia juga mengpresiasi kegiatan womenprenuerday 2024 volume 5 yang berkolaborasi dengan BI sebagai bagian kegiatan road to festival ekonomi syariah (fesyar) Kawasan Indonesia Timur (KIT) 2024. Saat ini perkembangan ekonomi syariah di Indonesia cukup bagus. “Dalam pengembangan ekonomi syariah BI memiliki 3 pilar, yaitu penguatan ekosistem halal, keuangan syariah, dan penetapan halal lifestyle,” tuturnya. 

- Advertisement -

Sementara itu, Ketua LWC, Indah Purwanti mengatakan mayoritas para anggota yang mengikuti bazar merupakan Perempuan milenial dari usia 25-45 tahun, tetapi ada juga yang diatas usia tersebut. Dimana semua anggota dekat dengan digital, maka dari itu selama 5 tahun belakangan ini, semua UMKM belajar bisnis digital sehingga tidak asing dengan transaksi non tunai. Untuk itu pada kegiatan Womenprenerday 2024 ini memanfaatkan transaksi cashless.

“Pada kegiatan Womenprenuerday ini diikuti sekitar 70 brand UMKM NTB dan seluruh transaksinya menggunakan QRIS atau cashless,” ujarnya. Indah menambahkan bahwa selama dua tahun terakhir, expo yang digelar dengan transaksi non-tunai (QRIS Bank Indonesia) mencatatkan transaksi yang baik. Kegiatan Womenpreneur Day yang diselenggarakan oleh LWC ini merupakan perayaan tahun kelima untuk memperingati kemerdekaan perempuan dalam berbagai peran, terutama dalam berwirausaha.

LWC memiliki berbagai program untuk mendukung pemberdayaan UKM dan perempuan pengusaha NTB, termasuk program harian (Jejualan), program bulanan (Women Talk dan Kajian), serta program tahunan Womenpreneur Day dan Gathering.

“Semua anggota LWC terus mengasah ilmu, memperluas jejaring, dan menjadi pengusaha yang sukses. Kita juga ingin sama-sama membangun perekonomian NTB melalui pemberantasan kemiskinan dan mencegah pengangguran,” imbuhnya.

Ditambahkan, Pejabat Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Nusa Tenggara Barat (Dekranasda NTB) Bunda Hj Lale Prayatni, menekankan pentingnya diversifikasi produk Usaha Kecil Menengah (UKM) agar semakin kompetitif di pasar nasional. “Dengan Womenpreneur Day ini, kami berharap produk UKM tidak hanya berupa barang jadi, tapi juga mulai membuat produk bahan untuk olahan makanan dan UMKM NTB memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar nasional dan internasional,” ujarnya. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer