Home Kesehatan 134 Orang Tenaga Kesehatan RSCM Praya Diswab

134 Orang Tenaga Kesehatan RSCM Praya Diswab

Dirut RSUD Praya, dr. Muzakir Langkir, Selasa (28/7/2020). (Inside Lombok/Ida Rosanti)

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Sebanyak 134 orang tenaga kesehatan (nakes) Rumah Sakit Cahaya Medika (RSCM) Praya diswab, Selasa (28/7/2020) di RSUD Praya.

Swab tersebut menyusul meninggalnya salah satu nakes RSCM akibat Covid-19 pada Jum’at (24/7/2020) lalu.

“Informasi yang sudah valid itu jadi 134 orang (diswab). Itu dilaksanakan paling tidak lima tahap”,kata Dirut RSUD Praya, dr. Muzakir Langkir, di sela-sela kegiatan swab.

Swab tersebut rencananya akan berlangsung selama lima hari dengan masing-masing 30 orang per hari. Adapun hasilnya, akan diketahui satu hingga dua hari ke depan.

“Ini akan kita serahkan ke provinsi untuk diketahui hasilnya. Kalau ada yang positif Covid-19 nanti bagaimana kita serahkan ke tim gugus tugas”,ujarnya.

Yang pasti, bagi nakes yang bergejala Covid-19 akan menjalani perawatan di RSUD Praya. Sementara bagi nakes yang tidak bergejala akan menjalani isolasi di Aero Hotel .

Sementara itu, Kapala Pencegahan dan pengendali infeksi RSCM Praya, Muhammad Amin Nasir merincikan, 134 orang nakes yang menjalani swab tersebut 18 di antaranya adalah perawat.

Kemudian lima orang dokter di IGD dan sisanya adalah karyawan di laboratorium, farmasi dan petugas di loket pendaftaran.

“Artinya semua yang kontak langsung dengan pasien itu akan diswab”, katanya.

Adapun terhadap jajaran manageman dan direksi tidak diswab karena tidak bersentuhan langsung dengan pasien.

Dia menerangkan, RSCM saat ini masih ditutup. Beberapa hari lalu, tim gugus tugas Covid-19 sudah melakukan penyemprotan disinfektan di RSCM yang berlokasi di Jln. Gajah Mada Leneng Praya.

Pihaknya belum bisa memastikan kapan pelayanan di RSCM akan dibuka kembali. Karena masih harus menunggu hasil swab 134 nakes keluar.

“Menjadi pertimbangan paling tidak harus menunggu hasil swab baru akan dibuka lagi”,katanya.

“Kalau ada yang positif dari hasil swab akan didiskusikan dengan direksi apakah akan cari pengganti atau bagaimana”,tambahnya.