Capaian Masih Rendah, DPR RI Minta Pemprov NTB Percepat Vaksinasi

Wakil Ketua DPR RI, Charles Honoris usai kunjungan kerja di Kantor Gubernur NTB Kamis (9/9). (Inside Lombok/Azmah)

Mataram (Inside Lombok) – Capaian vaksinasi di Provinsi NTB dinilai masih cukup rendah. Sehingga untuk menggenjot vaksinasi menjelang event Super bike November mendatang, anggota Komisi IX bersama Kementerian Kesehatan menemui Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah Kamis (9/9) di Mataram.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris usai mengikuti kunjungan kerja di Kantor Gubernur NTB Kamis (9/9) mengatakan, capaian vaksinasi di NTB masih cukup rendah yaitu sebesar 18,93 persen atau sebanyak 740.191 jiwa untuk dosis pertama. Sedangkan untuk dosis kedua yaitu sebesar10,22 persen atau sebanyak 399.731 jiwa.

“Angka vaksinasi kan baru hampir 20 persen di NTB. Maka dari itu kami hadir disini untuk memastikan apa sih kendalanya sehingga vaksinasi sepertinya belum tinggi. Apakah stoknya yang susah atau distribusinya yang tidak berjalan baik. Sehingga kami dating untuk memastikan,” katanya.

Rendahnya capaian vaksinasi Covid-19 di NTB ini menjadi perhatian pemerintah pusat. Karena dalam waktu dekat, NTB khususnya Lombok menjadi tuan rumah pelaksanaan super bike. Sehingga untuk mencapai herd imunity sebelum pelaksanaan event tersebut, semua pihak harus bergotong royong untuk mencapai target.

“Kegiatan super bike tinggal dua bulan lagi. Sehingga harus mempercepat vaksinasi khususnya yang ada di daerah luar Mataram. Karena kan Mataram capaiannya sudah lumayan diatas 65 persen. Tapi untuk di wilayah lain seperti Bima, Lombok Tengah juga masih agak rendah,” ujarnya.

Untuk mempercepat cakupan vaksinasi tersebut tambah Charles, Pemprov NTB disarankan untuk bekerjasama dengan semua pihak salah satunya TNI/Polri. “Mungkin di wilayah tertentu tenaga vaksinatornya kurang, TNI/Polri bisa punya akses untuk vaksinasi di wilayah agak sulit,” sarannya.

Terlebih lagi lanjut Charles, event Super Bike akan digelar pada November mendatang. Sehingga diharapkan sebelum bulan November capaian vaksinasi sebesar 70 persen sudah bisa tercapai.

“Jadi sekali lagi harus menggandeng seluruh element. TNI/Polri gotong royong semua pihak lah untuk bisa mempercepat vaksinasi,” katanya.

Selain itu, kedatangan rombongan komisi IX DPRD dan Kementerian Kesehatan ke NTB untuk menambah jumlah vaksin. Di mana, kedatanganya kali ini dengan membawa vaksin Covid-19 sebanyak 50 ribu dosis. Selain vaksin, kunjunganya ini dengan buah tangan alat rapid antigen sebanyak 50 ribu buah.

“Kami hadir disini untuk membawa stok vaksin dan juga rapid antigen untuk digunakan di Provinsi NTB,” pungkasnya.