Mandalika Butuh Sejuta Dosis Vaksin Menuju ‘Herd Imunity’

Plt Ditjen Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, drg. Ariyanti Anaya, MKM saat kunjungan kerja ke Kantor Gubernur NTB Kamis (9/9) di Mataram. (Inside Lombok/ist)

Mataram (Inside Lombok) – Berdasarkan perkiraan Kementerian Kesehatan RI, kebutuhan vaksin Covid-19 di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yaitu sebanyak 1.025.000 dosis. Jumlah ini untuk bisa mencapai 70 persen atau herd imunity.

“Kira-kira dibutuhkan 1.025.000 dosis lagi untuk mencapai sekitar 70 persen. Kami akan menyelesaikan 70 persen ini sebelum GP di mulai. Ini akan dilakukan secara bertahap,” kata Plt Ditjen Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, drg. Ariyanti Anaya, MKM saat kunjungan kerja ke Kantor Gubernur NTB Kamis (9/9) di Mataram.

Ia mengatakan, sejak bulan Agustus lalu, pendistribusian vaksin sudah mulai lancar. Bahkan, jumlah vaksin akan terus bertambah. Misalnya, pada Agustus lalu jumlah stok vaksin yang dimiliki sebanyak 60 juta dosis.

“Kalau September ini kita bisa mendapatkan 80 juta, Oktober, Novermber dan Desember itu akan naik terus,” katanya.

Untuk bisa menyelesaikan target sasaran vaksin tersebut kata Ariyanti, akan dilakukan secara bertahap. Pasalnya, pendistribusian vaksin juga akan dilakukan secara bertahap ke NTB.

Untuk bisa segera mencapai herd imunity, masyarakat diminta untuk tidak pilih – pilih vaksin. Artinya, apapun persediaan vaksin yang ada harus diterima. Metode ini juga dilakukan di Provinsi Bali. Dimana, masyarakat maupun Pemda tidak pilih-pilih vaksin Covid-19. Sehingga capaian vaksin di daerah wisata tersebut cukup tinggi.

“Memang masyarakat juga tidak boleh pilih-pilih. Karena kami mendapatkan vaksin pun tidak bisa pilih-pilih,” ujarnya.

Ia juga meminta, jika pendistribusian vaksin jangan sampai ada penolakan di lapangan. Pasalnya, jenis vaksin yang masuk ke Indonesia juga cukup beragam, seperti Sinovac, AstraZeneca, Pfizer dan beberapa jenis lainnya.

“Mohon ini pak gubernur supaya jangan ada reject di lapangan supaya bisa masuk,” pintanya.

Di sisi lain, dengan masuknya berbagai jenis vaksin ini, Pemda harus menyiapkan rantai dingin sebagai tempat penyimpanan vaksin. “Rantai dingin ini harus disiapkan dengan baik. Misalnya Pfizer. Untuk Pfizer ini minus 70 tentunya penanganan pasti berbeda. Jenis ini akan segara kami distrbusikan ke NTB. Baru di DKI untuk uji coba penggunaan Pfizer. Karena ada 50 juta vaksin Pfizer yang akan kita sebar,” ucapnya.