Kematian Ibu dan Bayi di Lotim Tahun 2020 Meningkat

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dikes Lotim, dr Sofiyati saat ditemui di sela-sela kegiatannya, di Selong, Kamis (24/09/2020). (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi).

Lombok Timur (Inside Lombok) – Angka kematian Ibu melahirkan dan bayi berusia 0-30 hari di Kabupaten Lombok Timur (Lotim), pada tahun 2020 mencapai angka 188 kasus. Angka tersebut lebih tinggi dari pada tahun sebelumnya.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Lotim, dr Sofiyati mengatakan, angka kematian ibu melahirkan pada tahun 2020 sebanyak 27 kematian, dan 161 merupakan kematian bayi berusia 0-30 hari.

“Angka kematian ibu dan anak akan lebih tinggi dari sebelumnya. Pasalnya sampai dengan bulan Agustus tahun ini sudah mencapai angka 188 kematian,” ucapnya saat ditemui oleh Tim Inside Lombok di sela-sela kegiatannya, Kamis (24/09).

Pada tahun 2020, kata Sofiyati, kematian ibu melahirkan sebanyak 29 kematian, dan kematian anak pada usia satu bulan pertama mencapai angka 159 kasus. Hal tersebut membuktikan bahwa kasus kematian ibu dan anak lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

Dikatakan Sofiyati, penyebab kasus kematian pada ibu melahirkan paling banyak ditemukan karena mengalami pendarahan, dan hipertensi saat kehamilan.

Sedangkan kasus kematian anak pada usia satu bulan pertama, dikarenakan pada proses persalinan mengalami kegawatan melahirkan. Sehingga bayi tersebut mengalami gangguan pernapasan dan radang paru-paru.

“Penyebab kasus kematian ibu dan bayi dari tahun ke tahun tetap sama,” katanya.

Lonjakan kasus kematian ibu dan bayi terjadi pada bulan Maret, dimana saat itu aktifitas posyandu ditutup. Sehingga pelayanan terhadap sasaran sangat minim, pihak kesehatan hanya bisa melakukan kontak sasaran dengan kunjungan ke rumah pasien.

“Posyandu ditutup sehingga menyebabkan pelayanan kepada sasaran untuk meminimalisir kematian pada ibu dan anak sangat minim,” tutupnya.