Tujuh Pasien Covid-19 di Lobar Meninggal Sejak Awal Tahun 2021

Lombok Barat (Inside Lombok) – Angka kasus pasien terkonfirmasi positif yang masih isolasi di dua rumah sakit di Lombok Barat saat ini berjumlah 13 orang. Dengan tujuh orang pasien terkonfirmasi yang meninggal dunia, terhitung sejak awal tahun 2021 ini.

“Kalau untuk 2021 ini, kalau dihitung sekitar tujuh orang yang meninggal dunia. Dan rata-rata itu punya komorbid” beber Kabid P3KL Dikes Lobar, dr. Ahmad Taufik Fathoni, saat memberi keterangan melalui sambungan telepon, Senin (15/02/2021).

Dengan 70 persen rentang usia pasien yang meninggal rata-rata di atas 50 tahun. Walaupun ada juga yang berusia 35 dan 17 tahun. Terkait dengan masih melekatnya paradigma masyarakat yang takut berobat ke fasilitas kesehatan yang ada karema ketakutan akan dinyatakan positif terkonfirmasi covid-19, ia mengaku seluruh petugas promosi kesehatan di setiap Puskemas yang ada di Lobar sudah turun melakukan sosialiasi.

“Mereka setiap hari memberikan penjelasan melalui kegiatan-kegiatan seperti posyandu, posyandu keluarga, ada posyandu lansia” bebernya.

Fathoni pun lebih jauh menjelaskan mengenai adanya kasus pasien yang sempat terkonfirmasi positif dan telah dinyatakan negatif, namun tidak lama setelah itu, pasien yang bersangkutan meninggal dunia. Hal itu, disebutnya, karena banyak orang yang terkonfirmasi mengalami dampak dan gangguan kesehatan yang berat.

“Gejala berat itu berarti yang diserang organnya, organ paru-paru terutama. Walaupun dia sudah dinyatakan negatif, sisa dari penyakit itu ada. Dan kerusakan organ itu belum dapat diatasi secara maksimal” beber Kabid P3KL Dikes Lobar ini.

Bahkan disebutnya, untuk pasien terkonfirmasi yang memiliki gejala pun, beberapa ada yang mengaku nafasnya terasa berat walaupun mereka sudah dinyatakan sembuh.

“Kalau pasien yang bergejala berat itu hampir 30 persen. Dari nilai itu, pasien yang dengan usia rentan dan memiliki komorbid yang kuat, maka mereka itu lah yang paling berat untuk pulih” imbuhnya.

Sehingga ia pun tiada lelahnya mengimbau masyarakat Lombok Barat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan. Serta tetap menerapkan 5M, di antaranya memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi aktivitas perjalanan bila tidak begitu mendesak.