27.5 C
Mataram
Jumat, 19 Juli 2024
BerandaKriminalPolres Lobar Selidiki Oknum Kepala Sekolah Mesum di Lombok Barat

Polres Lobar Selidiki Oknum Kepala Sekolah Mesum di Lombok Barat

Mataram (Inside Lombok) – Seorang oknum Kepala Sekolah di salah satu Sekolah Dasar di Kecamatan Labuapi, Lombok Barat (Lobar), dilaporkan ke polisi terkait dugaan pencabulan terhadap siswa-siswanya. Kasus tersebut saat ini masih dalam proses penyelidikan Sat Reskrim Polres Lobar.

Kasat Reskrim Polres Lobar, AKP Priyo Suhartono, menerangkan bahwa penyelidikan tersebut berdasarkan laporan kepolisian yang diterima Polres Lobar pada 30 Juni 2019 lalu. Laporan tersebut datang dari orangtua korban.

“Kita ada menerima laporan terkait dengan pencabulan yang terlapornya (terduga pelaku, Red) adalah salah satu kepala sekolah di Labuapi terhadap muridnya,” ujar Priyo, Rabu (03/07/2019) saat ditemui di Polres Lobar.

Priyo sendiri menerangkan bahwa pihaknya baru menemukan satu alat bukti. Dibutuhkan dua alat bukti lainnya untuk melanjutkan perkara tersebut. Walaupun begitu, terduga pelaku sendiri saat ini telah mengamankan diri di Polres Mataram guna menghindari keributan yang mungkin terjadi.

- Advertisement -

“Yang diduga sebagai pelaku sudah mengamankan diri di Polres. Mengamankan diri karena pertimbangan kami adalah kamtibmas. Dikhawatirkan ada mungkin balas dendam dari pihak pelapor atau bagaimana, makanya kita lebih mengkondisikan untuk mengamankan,” ujar Priyo.

Jumlah korban dalam kasus ini sendiri diperkirakan lebih dari satu orang. Pasalnya, sejauh ini Priyo telah memeriksa tiga orang saksi yang juga merupakan korban yang menerangkan pernah menerima perlakukan tidak senonoh dari terduga pelaku. Para saksi tersebut sebagian besar merupakan alumni sekolah yang saat ini telah duduk di bangku SMP.

Modus yang dilaporkan sendiri adalah oknum kepala sekolah tersebut kerap mencium para korban di bagian bibir sembari meraba-raba bagian sensitive korban. Para saksi menerangkan bahwa perlakukan itu sering diberikan terhadap banyak siswa didik, terutama yang berjenis kelamin perempuan.

“Kronologis yang dilaporkan adalah terlapor ini mencium bagian bibir dan ada sedikit meraba-raba bagian sensitif korban,” terang Priyo.

Seluruh aksi mesum tersebut diduga dilakukan di sekolah. Korban sendiri saat ini sedang diusahakan agar mendapat bantuan dari psikolog anak. Diterangkan Priyo bahwa korban sampai saat ini menunjukkan ketakutan jika bertemu dengan terduga pelaku.

“Kita agak janggal juga. Kalau memang mau (menunjukkan) sayang tidak harus mencium kan. Apalagi sampai ke bagian-bagian sensitif,” pungkas Priyo.

- Advertisement -

Berita Populer