70 Startup Kuliner NTB Siap Bersaing di “Kreatifood 2019”

Suasana sosialisasi Kreatifood 2019 yang diikuti oleh 70 startup kuliner di NTB, Jumat (22/03/2019) (Inside Lombok/Bayu Pratama)

Mataram (Inside Lombok) – Sebanyak 70 startup dan 5 distributor bidang kuliner yang ada di Nusa Tenggara Barat (NTB) menghadiri sosialisasi Kreatifood 2019 yang diadakan oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Jumat (22/03/2019). 75 peserta sosialisasi tersebut berkesempatan memperluas jaringan usaha mereka jika berhasil lolos dalam tahap seleksi.

Kepala Sub. Direktorat Pasar Segmen Bisnis dan Pemerintah, Direktorat Pengembangan Pasar Dalam Negeri, Deputi Pemasaran Bekraf, Fahmy Akmal, menerangkan bahwa Kreatifood 2019 akan memfasilitasi 200 pelaku usaha rintisan kuliner yang dikurasi dalam program Food Startup Indonesia (FSI) 2016-2019. Selain itu, Kreatifood 2019 juga terbuka bagipelaku usaha kuliner non FSI yang mempunyai kapasitas produksi skala eksport.

Di Lombok sendiri Fahmy menargetkan 100 pelaku kuliner dapat mengikuti program Kreatifood tersebut. Hal tersebut karena melihat banyaknya jumlah pelaku FSI pada tahun 2016-2018 yang berasal dari Kota Mataram, dengan jumlah peserta seleksi yang jauh lebih banyak dari peserta Provinsi Bali.

“Kita bisa angkat produk kulinernya terutama bisnis startupnya. Mudah-mudahan di Lombok bisa. Silahkan teman-teman dari Lombok, pelaku kreatif kuliner untuk daftar di FSI dan kita buka kesempatan seluruh Indonesia,” ujar Fahmy.

Selain itu, Fahmy menerangka bahwa Kreatifood 2019 tidak menekankan pada seberapa lama sebuah startup telah berjalan, sehingga diaharapkan para pelaku usaha kreatif di bidang kuliner bisa lebih bersemangat mendaftarkan prodak mereka ke FSI untuk kemudian mengikuti proses kurasi.

Kasubdit Dana Masyarakat Bekraf, Hanifah Makarim, menerangkan bahwa Kreatifood 2019 merupakan ajang membangun jaringan serta kesempatan promosi dan transaksi dengan para pengunjung yang berasal dari berbagai daerah bahkan negara di dunia. Bagi para pelaku pemasaran sendiri (reseller, distributor, dan investor, red.) yang mendaftar pada Kreatifood 2019, bagi setiap transaksi antara Rp50 – Rp100 juta akan mendapat skema insentif diskon sebesar 10% berupa prodak selama pameran berlangsung.

“NTB ini kan belum lama kena bencana gempa. Mungkin dengan kita datang ke sini bisa membantu meningkatkan usaha bapak/ibu yang punya usaha kuliner di sini. Tujuannya itu sebenarnya, kita mau memperluas jangkuan,” ujar Hanifah.

Selain itu Hanifah menyebutkan sosialisasi Kreatifood tersebut ditujukan untuk menyiapkan para pemilik startup di bidang kuliner untuk lebih siap ketika bertemu para pemodal. Mengingat para pemodal pasti mencari usaha yang sudah siap untuk dijadikan investasi.

“Jadi yang kami lakukan, semacam FSI ini, kami meningkatkan kapasitas dari si pelaku kreatifnya. Kita berikan bimtek, mentorship, supaya lebih paham tentang usahanya. Dari sisi pemodalnya, kami juga berikan informasi bahwa investasi di bidang kreatif itu bisa menguntungkan,” tegas Hanifah.

Saat ini FSI sendiri telah memiliki 240 startup kuliner yang menjadi alumni Kreatifood. 20 diantaranya telah berhasil menjadi pelaku industry dengan taraf eksport. Untuk tahun 2019 Kreatifood akan diselenggarakan di Ciputra World, Surabaya, pada tanggal 5-7 Juli 2019. Pendaftaran Startup untuk mengikuti Kreatifood 2019 sendiri dapat dilakukan melalui tautan www.kreatifood.id sebelum 30 April 2019.