Lombok Barat (Inside Lombok) – Sekitar 150 hektar lahan tepi pantai di Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, akan dijadikan destinasi pesisir yang berkembang pesat. Keberadaannya tidak hanya membangun destinasi melainkan juga berdampak pada kesejahteraan masyarakat setempat.
Bersama Desa Buwun Mas, pihak Marina Bay Lombok meluncurkan Program Inisiatif Komunitas Berkelanjutan atau Sustainable Community Initiative (SCI). Program ini mendorong pemberdayaan ekonomi serta peningkatan kemampuan bahasa asing khususnya bahasa Inggris. “Dalam diskusi dengan masyarakat sekitar, kami sepakat bahwa pembangunan harus menghasilkan kesejahteraan bersama,” kata Kepala Desa Buwun Mas, Rochidi.
Menurut EF English Proficiency Index (EPI) 2024, Indonesia berada di peringkat ke-80 secara global dengan skor 468. Ini menandakan adanya peluang berharga untuk mendorong peningkatan edukasi bahasa inggris.
Sebagai pilot projek, dua orang guru dari SMP IT Insan Budi Mulya Yayasan Amal Sidik Indonesia yaitu Saparwadi Ashari dan Mulyatun mendapatkan beasiswa belajar di Australia selama enam bulan. “Setelah kembali, mereka akan membawa keterampilan yang ditingkatkan kembali kepada siswa dan sekolah mereka, menciptakan peluang emas bagi generasi berikutnya,” katanya.
Tidak hanya di bidang pendidikan, Marina Bay Lombok telah meluncurkan Program Kru Pantai (Beach Crew Program). Program ini telah mempekerjakan penduduk desa setempat dengan upah layak untuk menghilangkan dan memilah sampah plastik pasang surut dari garis pantai Buwun Mas.
“Ini lebih dari sekadar membersihkan pantai kita. Ini menciptakan lapangan kerja, membangun kebanggaan di desa kita, dan menunjukkan bahwa pembangunan dapat menghargai manusia dan lingkungan,” tambahnya.
Sementara itu, CEO Marina Bay Lombok, Adrian Campbell, menegaskan sebelum meluncurkan kampanye penjualan, pihaknya terlebih dahulu mendengar masukan dari pemerintah desa dan masyarakat setempat. Hasilnya, dirancanglah program dengan dampak sosial dan lingkungan nyata. “Inisiatif ini menunjukkan keyakinan kami bahwa pembangunan harus sejalan dengan kemakmuran masyarakat,” kata Adrian Campbell.
Ia menegaskan, ada kebanggaan bisa berinvestasi pada masyarakat mulai dari pendidikan, dan pembangunan ekonomi lokal bersamaan dengan membangun destinasi kelas dunia. “Bagi kami, ini baru permulaan. Bersama-sama kita dapat membentuk masa depan dimana kesejahteraan dibagikan,” jelas Adrian.

