BerandaLombok BaratMBG Diharap Bantu Turunkan Angka Stunting di Lobar

MBG Diharap Bantu Turunkan Angka Stunting di Lobar

Lombok Barat (Inside Lombok) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat (Lobar) terus memperkuat langkah strategis untuk mempercepat penurunan angka stunting dengan memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tepat sasaran. Berdasarkan data pemerintah daerah, angka stunting di Lombok Barat pada 2024 tercatat 27,3 persen dan ditargetkan turun menjadi 19,88 persen pada 2025 serta 18 persen pada 2026.

Kepala Bappeda Lobar, Deni Arif Nugroho, mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan evaluasi terhadap 31 indikator yang telah ditetapkan untuk memetakan capaian di setiap wilayah, mulai dari desa hingga kecamatan. Evaluasi juga dilakukan melalui sinkronisasi data lintas lembaga agar intervensi yang diberikan benar-benar menyasar kelompok yang membutuhkan.

“Kita ada datanya untuk beberapa indikator yang sudah tercapai dan yang capaiannya masih rendah. Ini yang perlu kita lakukan evaluasi lagi di semester satu untuk penanganan di 2026,” ujar Deni saat ditemui pekan lalu.

Pemkab Lobar juga berencana memperkuat koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama untuk kelompok 3B yakni balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Langkah ini dilakukan agar data sasaran MBG sejalan dengan data balita stunting yang dimiliki daerah sehingga tidak terjadi tumpang tindih penerima bantuan.

“Jangan sampai apa yang BGN sasar itu di luar dari apa (data, Red) yang sudah ada. Harapannya dengan begitu kita lebih cepat lagi untuk penurunan stunting,” tegasnya.

Selain persoalan data, Pemkab juga menaruh perhatian pada kualitas intervensi di lapangan. Deni menyebut adanya laporan mengenai jenis makanan tambahan yang tidak sesuai dengan usia sasaran, termasuk makanan yang terlalu pedas bagi balita. Hal tersebut mendorong evaluasi terhadap Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP3S) di tingkat kecamatan agar lebih aktif melakukan skrining kasus.

Ke depan, proses perencanaan melalui Musrenbang juga akan diarahkan untuk lebih menyentuh aspek pemberdayaan masyarakat dan penanganan kemiskinan. Pemerintah daerah menargetkan upaya terintegrasi dari tingkat desa hingga kabupaten dapat mempercepat penurunan stunting dan meningkatkan kualitas generasi di Lobar.

- Advertisement -

Berita Populer