24.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok BaratPembangunan Pagar Besi di Pantai Elak-Elak, Camat Sekotong Pastikan Tak Salahi Aturan

Pembangunan Pagar Besi di Pantai Elak-Elak, Camat Sekotong Pastikan Tak Salahi Aturan

Lombok Barat (Inside Lombok) – Camat Sekotong, Lalu Pradita Utama memastikan pembangunan pagar besi di area Pantai Elak-Elak tidak melanggar aturan. Bahkan ia mengaku tidak ada masyarakat yang mempersoalkan hal itu. Tanggapan ini disampaikan usai munculnya isu penolakan terkait pembangunan pagar besi tersebut.

Pardita menuturkan investor yang bersangkutan telah mengajukan izin terkait aktivitas pemagaran yang dilakukan, baik itu kepada masyarakat setempat, hingga Pemerintah Desa dan Kecamatan. “Tidak ada masalah, karena itu sudah mengajukan izin, baik di masyarakat maupun ke kami selaku perpanjangan tangan Pemda Lobar,” terangnya, Rabu (09/04/2025).

Lebih rinci dijelaskan, dalam izin yang diajukan pemagaran itu dilakukan pihak investor karen akan membangun semacam mes dan juga gudang penyimpanan bahan bangunan. “Mereka akan membangun di Gili Lontar, jadi untuk bahan bangunannya di-drop dulu di sana (Pantai Elak-Elak, Red),” paparnya.

Bahkan, pemagaran itu disebut dilakukan pihak investor setelah mereka memberikan ganti rugi kepada pemilik lahan, yang tanahnya dilalui. “Setahu kami, mereka sudah membayar ganti rugi ke bule yang memiliki lahan yang dilalui. Artinya, sudah ada itikad yang baik dari investor tersebut,” ungkapnya.

Terkait isu penolakan yang sempat bermunculan, Pradita justru membantahnya. Menurutnya, lokasi tersebut pun saat ini dijaga oleh masyarakat sekitar. “Kita sangat welcome terhadap investasi yang masuk di wilayah Sekotong. Kami dan masyarakat membuka ruang seluas-luasnya terhadap investasi yang masuk. Namun tentunya dengan prosedur dan regulasi yang tepat,” tandas Camat Sekotong ini.

Sebelumnya, masyarakat sekitar Pantai Elak-Elak yang ada di Dusun Pengawisan Desa Sekotong Barat juga menyatakan pembangunan pagar itu tidak menyalahi aturan dan telah mendapat persetujuan dari sebagian besar masyarakat setempat. “Tidak ada yang dilanggar, dan masyarakat sekitar tidak mempersoalkan itu,” tegas Rapi’i, salah seorang tokoh masyarakat Dusun Pengawisan beberapa waktu lalu.

Dia pun dengan lantang membantah isi berita yang menurutnya seolah-olah membenturkan Masyarakat sekitar dengan investor yang akan membangun objek wisata di Pantai Elak-Elak tersebut. “Kami yang berada di sekitar Pantai Elak-Elak, jadi kami tahu betul kondisi yang sebenarnya. Tidak pernah ada penolakan dari warga,” pungkasnya. (yud)

- Advertisement -

Berita Populer