25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok BaratSPPG Diminta Utamakan Bahan Baku Lokal untuk Program MBG

SPPG Diminta Utamakan Bahan Baku Lokal untuk Program MBG

Lombok Barat (Inside Lombok) – Makan Bergizi Gratis (MBG) salah satu program prioritas pemerintah pusat saat ini. Program ini tidak sekedar diharapkan memberikan asupan gizi untuk anak-anak Indonesia, namun juga diyakini menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

“Kita sudah kumpulkan semua pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kita ingin agar mereka memprioritaskan bahan baku dari petani dan peternak kita. Jangan semua bahan baku didatangkan dari luar Lombok Barat (Lobar).” tegas Bupati Lobar, Lalu Ahmad Zaini, saat dikunjungi oleh Deputi V Bidang Inkom Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI.

Zaini meminta para SPPG melalui ahli gizinya untuk tidak kaku dalam menentukan menu. Artinya, buah dan sayur yang ada dalam makanan para peserta didik harus lebih bervariatif. “Misal ada keharusan buah atau sayuran, kenapa harus brokoli atau buah pir? Kan bisa saja buah pisang atau jeruk? Jika harus sayuran, kangkung dan bayam juga sayuran? Intinya, pihak SPPG jangan membuat itu menjadi keharusan. Itu kan alternatif?” tanya Zaini.

Di kesempatan yang sama, Deputi Bidang Inkom Kemenko Polkam, Eko D. Indarto, juga sepakat bahwa MBG dapat menjadi program untuk menggerakkan ekonomi lokal. “Kita di pusat pun memiliki pemikiran yang sama. Kita ingin MBG bisa menumbuhkan kreativitas perekonomian masyarakat,” terang Eko.

Kehadiran Eko di Lobar memang ingin menelusuri perjalanan program MBG serta melihat kendala-kendala yang terjadi di lapangan. “Kita hadir memang ingin mendapatkan masukan untuk bisa dilakukan harmonisasi program oleh lembaga teknis.

Dalam kunjungannya di Lobar, Eko didampingi oleh Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra, Saepul Akhkam, Kepala Dinas Koperasi UMKM Baiq Mustika, Kabag Ekonomi Setda Lobar, Abu Bakar, Sekretaris Dinas Kesehatan, Erni Suryana, dan beberapa staf lainnya.

Mereka menyaksikan pembagian MBG di SMKN 1 Lingsar. Ada sekitar 1.052 siswa yang menikmati MBG di sekolah tersebut. Beberapa catatan dari kunjungan yang dilakukan, seperti penyediaan air minum. Menurut Eko, meminta siswa untuk membawa tumbler untuk wadah air minum tidak efektif, karena kenyataannya tidak semua siswa memiliki tumbler.

- Advertisement -

Berita Populer