24.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok TengahPemda Loteng Segera Ajukan Persyaratan Dokumen Pembangunan Sekolah Rakyat ke Pusat

Pemda Loteng Segera Ajukan Persyaratan Dokumen Pembangunan Sekolah Rakyat ke Pusat

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Wakil Bupati Lombok Tengah (Loteng), M. Nursiah koordinasikan pembangunan sekolah rakyat untuk memantapkan berbagai persyaratan yang akan diajukan ke Kementerian Sosial Republik Indonesia. Pembangunan sekolah rakyat merupakan salah satu program prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Pemda Loteng saat ini disebut telah menyiapkan lahan seluas 9,9 hektare yang berlokasi di Desa Taman Indah, Kecamatan Pringgarata, dengan status kepemilikan yang sudah jelas berdasarkan sertifikat resmi. Persoalan legalitas lahan dan perizinan bukan menjadi kendala.

“Kita sekarang fokus memantapkan seluruh persyaratan administratif dan teknis, termasuk kesiapan lahan dan dokumen pendukung lainnya untuk segera disampaikan ke Kementerian Sosial,” ujarnya, Kamis (5/6).

Wabup menegaskan, bahwa dokumen persyaratan akan dikirim ke pemerintah pusat dalam waktu dekat direncanakan pada pekan depan. “Insyaallah minggu depan kita akan berangkat ke pusat untuk menyampaikan dokumen-dokumen tersebut,” imbuhnya.

Dari sisi infrastruktur dasar, lahan yang disiapkan telah memiliki akses air bersih dan listrik. Namun demikian, Wabup mencatat bahwa akses jalan menuju lokasi pembangunan masih perlu ditingkatkan.

Pemda juga memastikan bahwa warga sekitar lokasi mendukung penuh pembangunan sekolah rakyat. “Sampai saat ini belum ada kendala dari masyarakat. Mereka justru mendukung dan menunggu realisasi pembangunan ini,” imbuhnya.

keberadaan Sekolah Rakyat di Loteng dapat menjadi solusi nyata untuk menekan angka putus sekolah, terutama bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu. Program ini, lanjutnya, tidak akan membebani keuangan daerah karena sepenuhnya dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Sekolah Rakyat merupakan sekolah berasrama yang memberikan layanan pendidikan gratis dari jenjang SD, SMP hingga SMA bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, khususnya yang masuk dalam desil 1 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Selain pendidikan, siswa akan mendapatkan fasilitas asrama, makanan, dan kebutuhan dasar lainnya secara gratis, dengan prioritas penerimaan bagi warga sekitar lokasi sekolah,” tandasnya. (fhr)

- Advertisement -

Berita Populer