Lombok Timur (Inside Lombok) – Komunitas sepeda Anak Bike-Bike di Lombok Timur mendorong gaya hidup sehat sekaligus upaya pengurangan emisi karbon melalui aktivitas bersepeda yang rutin dilakukan sejak 2020. Gerakan ini berkembang menjadi kebiasaan kolektif yang diikuti puluhan anggota dari berbagai wilayah.
Ketua Komunitas Anak Bike-Bike, Sulhi Azhari, mengatakan kebiasaan bersepeda awalnya dilakukan secara pribadi sebelum akhirnya diikuti anggota lain dan menjadi aktivitas bersama. Kegiatan gowes rutin digelar setiap Selasa malam dan akhir pekan.
“Separuh aktivitas saya di dalam kota memang pakai sepeda. Dari situ akhirnya banyak yang ikut dan sekarang jadi kebiasaan bersama,” ujarnya.
Menurutnya, aktivitas bersepeda memberikan dampak positif terhadap kesehatan anggota, terutama dalam meningkatkan kebugaran fisik. Selain itu, bersepeda dinilai menjadi alternatif olahraga yang mudah diakses dan menyenangkan.
“Banyak teman-teman yang awalnya jarang olahraga, sekarang jadi rutin karena ikut gowes. Badan lebih sehat dan mereka juga lebih semangat,” katanya.
Sulhi menambahkan, perubahan pola transportasi mulai terlihat di kalangan anggota, di mana sebagian telah beralih dari kendaraan bermotor ke sepeda untuk jarak dekat. Hal ini dinilai berkontribusi langsung terhadap pengurangan emisi karbon.
“Untuk jarak 5 sampai 10 kilometer, banyak yang sudah tidak pakai motor lagi. Mereka pilih pakai sepeda,” ungkapnya.
Selain itu, komunitas juga mendorong perilaku ramah lingkungan seperti penggunaan tumbler untuk mengurangi sampah plastik serta pemanfaatan sepeda kargo untuk aktivitas harian. Saat ini, jumlah anggota mencapai 79 orang.
“Kita ingin bukan cuma sehat, tapi juga ikut menjaga lingkungan. Mulai dari hal kecil seperti tidak pakai botol plastik sekali pakai,” jelas Sulhi.
Ke depan, komunitas berencana mengembangkan kegiatan bersepeda yang terintegrasi dengan aksi penghijauan, seperti penanaman mangrove dan pohon, sebagai upaya memperkuat kontribusi terhadap penurunan emisi karbon.

