29.5 C
Mataram
Minggu, 14 Juli 2024
BerandaLombok TimurPemda Lotim Mitigasi Bencana dengan Tanam Seribu Bakau

Pemda Lotim Mitigasi Bencana dengan Tanam Seribu Bakau

Lombok Timur (Inside Lombok) – Kegiatan menanam 1000 bakau di muara Pantai Labuhan Haji yang diinisiasi oleh pengelola wisata pantai Sunrise Land (SLL) tersebut banyak mendapatkan perhatian, termasuk Pj Bupati Lombok Timur yang mengikuti kegiatan tersebut memberikan apresiasinya sebagai bentuk mitigasi bencana.

Penanaman 1000 bakau di pantai Labuhan Haji tersebut tak hanya diikuti oleh pengelola SLL dan Pj Bupati saja, melainkan juga juga diramaikan oleh ratusan volunteer, baik itu dari mahasiswa, komunitas pecinta alam, hingga para Forkopimda.

Pj Bupati Lombok Timur, M. Juaini Taofik mengatakan bahwa dalam menjaga lingkungan yang asri dan bersih serta aman bagi manusia tentunya harus dimulai dari masyarakat itu sendiri. Seperti penanaman 1000 bakau ini menjadi penyelamat dari abrasi di sepanjang garis pantai, itu menjadi suatu bentuk dari mitigasi bencana. “Lingkungan bukan dari warisan nenek moyang, namun sesungguhnya menjaga lingkungan menjadi titipan bagi generasi masa depan kita selanjutnya,” ungkapnya, Jumat (07/06/2024).

Tanaman bakau sendiri diungkapkan Pj Bupati, memiliki banyak manfaat dan fungsi bagi lingkungan dan manusia. Selain mengurangi abrasi, juga bermanfaat sebagai penyedia karbon yang baik serta ke depan dapat dimanfaatkan sebagai objek wisata yang dapat dinikmati oleh generasi ke generasi.

- Advertisement -

“Dari pertemuan yang saya hadiri di arena World Water Forum (WWF) itu, banyak yang merekomendasikan agar lebih memperbanyak menanam bakau di pinggir pantai untuk mengurangi abrasi,” terangnya.

Dijelaskan Juaini, paling tidak terdapat dua manfaat yang dihasilkan dari tanaman bakau yakni menjaga abrasi pantai, serta yang paling penting adalah merubah CO2 yang terjaring oleh tanaman bakau menjadi oksigen yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia.

“Ini gerakan yang sangat baik, bahkan dengan diikuti oleh ratusan volunteer ink bisa menjadi energi positif agar terus dikembangkan dan dilanjutkan kegiatan ini oleh masyarakat lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pengelola SLL, Qori’ Bayyinaturrosi menyampaikan bahwa aksi menanam seribu bakau itu sendiri dapat terlaksana berkat dukungan semua pihak, khususnya kerjasama yang dijalin dengan BKSDA NTB. Sehingga ia mendapatkan ribuan bibit bakau yang ditanam dalam acara tersebut.

“Bibitnya kita diberikan dari kerjasama dengan BKSDA NTB, kemudian kita menghadap ke pak Pj Bupati dan menerima respon yang baik sehingga dapat terselenggara seperti saat ini,” katanya.

Antusias volunter baik dari dalam dan luar daerah pada kegiatan penanaman bakau tersebut menunjukkan betapa besar kepedulian mereka baik secara individu maupun kelompok dalam menjaga lingkungkungan.

“Problem yang ada di Labuhan Haji ini sendiri yang paling besar adalah sampah dan abrasi, sehingga penanaman bakau ini semoga menjadi jalan keluar dari permasalahan itu,” tuturnya.

Dari hasil pengamatan yang dilakukan Qori’, setiap tahunnya di pantai Labuhan Haji selalu mengalami abrasi yang mencapai 5-7 meter. Dikhawatirkan jika itu terus terjadi akan berakibat pada terkikisnya daratan secara terus menerus. (den)

- Advertisement -

Berita Populer