Lombok Timur (Inside Lombok) – Seorang siswa kelas 1 SD berinisial MHASF di salah satu sekolah di Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, diduga mengalami memar hingga patah tulang pada kaki kiri akibat perundungan oleh teman sekolahnya. Peristiwa tersebut diduga terjadi pada Kamis (29/1), dan saat ini korban menjalani perawatan di RSUD Dr R Soedjono Selong.
Ayah korban, Supriadi, mengatakan awalnya ia mengira anaknya hanya mengalami sakit biasa yang disertai demam tinggi dan kesulitan berjalan. Namun setelah kondisi tersebut tidak kunjung membaik, pihak keluarga mulai menanyakan penyebabnya kepada korban. “Awalnya saya kira sakit biasa. Tapi setelah satu hari tidak bisa jalan, saya tanyakan kenapa kakinya sampai seperti itu,” ungkap Supriadi, Selasa (3/2/2026).
Dari keterangan korban, keluarga mengetahui adanya dugaan kekerasan di sekolah. Korban mengaku kakinya diinjak oleh teman hingga mengalami pembengkakan, dan keluarga juga menemukan memar di kaki serta tubuh korban. “Dia bilang kakinya diinjak. Kami juga melihat ada memar di kakinya dan badannya,” jelas Supriadi.
Sehari setelah kejadian, korban dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Dr R Soedjono Selong untuk penanganan lanjutan di ruang bedah. Hingga kini, korban masih menjalani perawatan sambil menunggu hasil pemeriksaan rontgen. “Sudah tiga hari dirawat di RSUD. Sekarang masih menunggu hasil rontgen, apakah perlu operasi atau tidak,” paparnya.
Supriadi menyebut pihak keluarga masih menunggu kejelasan penyelesaian dari pihak sekolah. Upaya komunikasi yang dilakukan disebut belum membuahkan hasil. “Kami sudah coba komunikasi, tapi tidak ada jawaban jelas. Akhirnya saya unggah di Facebook, baru setelah itu pihak sekolah datang, tapi justru kecewa dengan postingan saya,” tuturnya.
Sementara itu, Polsek Pringgabaya tengah melakukan pendalaman dengan mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak untuk mengetahui kronologi lengkap kejadian tersebut. Aparat kepolisian menyatakan proses klarifikasi masih berlangsung.

