Lombok Timur – Wisatawan mancanegara terpesona dengan pengalaman mengolah kakao secara tradisional di Dusun Lendang Nangka, Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur (Lotim). Mereka tidak hanya berkunjung, tetapi juga belajar memetik, mengolah, hingga menyeduh coklat hangat langsung dari biji kakao yang baru dipanen.
Wisatawan asal Ceko, Anna Chaterina, mengatakan kunjungannya ke Agrowisata Kakao Bebidas menjadi pengalaman yang berkesan. Ia mengaku tak pernah membayangkan bisa memetik buah kakao dari pohon, kemudian mengolahnya sendiri dengan wajan tanah hingga menjadi minuman coklat. “Ini pengalaman yang sangat autentik dan menyenangkan,” ujarnya kepada Inside Lombok.
Di lahan agrowisata seluas dua hektare itu, pengunjung diajak mengenali buah kakao yang siap panen, memisahkan biji, menjemurnya, hingga memanggang dengan cara tradisional menggunakan wajan tanah liat dan tungku kayu. Anna menyebut pengalaman tersebut membuatnya lebih menghargai setiap coklat yang ia konsumsi.
Selain belajar, wisatawan juga diberi kesempatan meracik minuman coklat hangat khas lokal. Rasa coklat yang dihasilkan dinilai lebih pekat dan alami dibandingkan minuman instan di negara asal mereka.
Pengelola Agrowisata, Sanusi Ardi, menyampaikan pengalaman langsung ini menjadi daya tarik utama bagi turis asing. “Banyak tamu asing mengatakan bahwa pengalaman seperti ini jarang mereka dapatkan di tempat lain. Mereka senang karena bisa terlibat langsung dan merasakan kehidupan lokal,” katanya.
Meski belum diresmikan dan minim promosi, lokasi ini tetap ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai negara, sebagian besar menemukannya melalui Google Maps saat menuju Sembalun. “Yang membuat kami bangga adalah mereka datang kembali membawa teman atau keluarga setelah merasakan pengalaman pertama. Artinya, kesederhanaan dan keaslian proses inilah yang benar-benar berkesan bagi mereka,” ungkap Sanusi.

