25.5 C
Mataram
Kamis, 26 Februari 2026
BerandaLombok UtaraDiskoperindag KLU Gelar Bazar UMKM, Omzet Pedagang Capai Jutaan Rupiah per Hari

Diskoperindag KLU Gelar Bazar UMKM, Omzet Pedagang Capai Jutaan Rupiah per Hari

Lombok Utara (Inside Lombok) – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) KLU menggelar bazar UMKM selama Ramadan di sekitar Alun-Alun Kota Tanjung. Kegiatan yang melibatkan puluhan pelaku UMKM kuliner ini mencatatkan omzet pedagang hingga jutaan rupiah per hari. Antusiasme masyarakat disebut menjadi faktor utama tingginya penjualan.

Kepala Bidang Perdagangan Diskoperindag KLU, Harianto, mengatakan sejumlah pedagang mampu meraih omzet Rp3 juta hingga Rp4 juta dalam sehari, terhitung dari sore hingga menjelang Magrib. Produk kuliner yang dijual rata-rata habis terjual setiap hari.

“Kami tanya langsung ke mereka, omzetnya luar biasa. Ada yang tembus Rp3 juta sampai Rp4 juta sehari, terhitung dari sore sampai menjelang Magrib. Produk kuliner mereka rata-rata habis terjual,” ungkapnya, Rabu (25/2).

Ia menjelaskan, terdapat sekitar 22 UMKM yang terakomodasi dalam bazar tersebut. Mayoritas menjual kuliner siap saji, sementara sebagian lainnya menawarkan produk kemasan di bawah naungan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT).

“Yang kita akomodir kemarin itu ada 22 UMKM, itu masih himpunan semua yang jualan disitu. Ada juga dari PLUT yang untuk produk-produk kemasan itu,” katanya.

Menurut Harianto, pelaksanaan bazar dilakukan tanpa anggaran khusus dan mengandalkan peralatan yang tersedia di kantor serta partisipasi pelaku usaha secara swadaya. “Kita belum menggelontorkan anggaran khusus untuk paket bazar ini. Semuanya diupayakan secara swadaya. Peralatan kita pakai yang ada di kantor, dan para pelaku UMKM bahu-membahu secara gotong royong. Ini murni gerakan bersama,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, bazar sempat terdampak cuaca buruk yang menyebabkan sejumlah tenda roboh. Diskoperindag melakukan penataan ulang untuk menjaga keamanan dan menyesuaikan dengan kegiatan Lentera Ramadhan di Lapangan Alun-Alun Kota Tanjung.

“Karena angin kencang kemarin ada tenda yang roboh dan rusak, jadi kami tarik dulu. Dari 10 tenda dan 2 terop awal, sekarang yang terinstal tinggal 7 atau 8 tenda,” tuturnya.

Penataan ulang juga dilakukan dengan mengganti tenda besar menggunakan payung agar tidak mengganggu acara utama. “Mungkin sementara kita sediakan payung saja supaya tidak terkesan menyaingi acara di lapangan. Nanti kalau event sudah selesai, kita prospek lagi tendanya ke situ,” pungkasnya.

- Advertisement -

Berita Populer