25.5 C
Mataram
Senin, 2 Februari 2026
BerandaLombok UtaraOptimalkan Pengelolaan Tiga Gili, Pemda KLU Minta Sinergi Pemprov NTB

Optimalkan Pengelolaan Tiga Gili, Pemda KLU Minta Sinergi Pemprov NTB

Lombok Utara (Inside Lombok) – Tiga Gili (Trawangan, Meno, Air) di Kabupaten Lombok Utara (KLU) merupakan salah satu destinasi wisata terkemuka di Indonesia. Mengingat di kawasan tersebut terdapat kewenangan baik dari Pemda KLU dan Pemprov NTB, pengelolaan dan penarikan retribusi kawasan tersebut memerlukan koordinasi.

Bupati KLU, Najmul Akhyar mengungkapkan pentingnya koordinasi yang solid antara pihaknya dan Pemprov NTB terkait hal tersebut. Di mana Tiga Gili merupakan tempat yang istimewa, dan dalam pengelolaannya harus memperhatikan berbagai aspek. “Karena itu, koordinasi yang baik antara semua pihak sangat diperlukan agar pengelolaan gili berjalan lancar dan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” ujarnya.

Ditekan, masalah retribusi di Tiga Gili menjadi salah satu hal penting yang perlu diselesaikan bersama. Selama ini, banyak pihak yang terlibat dalam pengelolaan destinasi wisata tersebut, dan penarikan retribusi harus dilakukan dengan memperhatikan keragaman kewenangan yang ada.

Menyikapi hal tersebut, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan pertemuan dengan Gubernur NTB untuk membahas lebih lanjut tentang masalah ini. “Kami sudah mengirim surat kepada Pak Gubernur dan kami berharap beliau dapat menyediakan waktu untuk bertemu dengan kami. Koordinasi ini sangat penting untuk mencari solusi terbaik dalam pengelolaan di gili,” ungkapnya.

Melalui pertemuan tersebut, diharapkan dapat dicapai kesepakatan yang jelas antara Pemda KLU dan Pemprov NTB terkait kebijakan pengelolaan yang tidak hanya menguntungkan dari segi pendapatan daerah, tetapi juga dapat memberikan manfaat maksimal bagi pengelolaan destinasi wisata yang berkelanjutan. Dengan adanya koordinasi yang erat dan komprehensif diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi ekonomi daerah dan masyarakat sekitar.

Selain itu, diharapkan agar langkah ini dapat memperkuat hubungan antara Pemda Lombok Utara dan Pemprov NTB, serta memberikan solusi bagi berbagai masalah yang mungkin timbul di lapangan. “Kami berharap agar dengan pertemuan ini, kita bisa menemukan jalan keluar yang terbaik untuk kepentingan bersama. Gili adalah aset berharga, dan kita semua harus bekerja bersama untuk menjaga dan mengelolanya dengan bijaksana,” demikian. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer