31.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok UtaraRealisasi Investasi KLU Triwulan III 2025 Capai 55 Persen dari Target Nasional

Realisasi Investasi KLU Triwulan III 2025 Capai 55 Persen dari Target Nasional

Lombok Utara (Inside Lombok) – Dinas Tenaga Kerja dan Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Naker-PMPTSP) Lombok Utara (KLU) mencatat realisasi investasi hingga triwulan III 2025 baru mencapai 55 persen dari target nasional sebesar Rp1,8 triliun. Namun, target RPJMD daerah senilai Rp1,2 triliun telah tercapai.

Sekretaris Disnaker-PMPTSP KLU, Erwin Rahadi, mengatakan capaian investasi terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

“Target kita 1,8 triliun tercapai di angka sekitar 55 persen. Kalau mengejar target secara nasional itu memang tidak bisa terkejar, tapi target kita secara RPJMD yang Rp1 triliun itu kita sudah bisa capai, karena standarnya ini kita pakai standar pusat untuk realisasi investasi,” ujarnya, Senin (17/17).

Erwin menjelaskan realisasi PMA pada 2025 mencapai Rp303 miliar, sedangkan PMDN Rp175 miliar. Ia menyebut sektor pariwisata masih mendominasi realisasi investasi dengan porsi 86,37 persen, disusul bidang PUPR sebesar 10,24 persen. “Kita memakai data triwulan ke tiga. Nanti di akhir tahun, di Januari 2026 secara keseluruhan baru disampaikan triwulan IV,” tuturnya.

Berdasarkan sebaran wilayah, Kecamatan Pemenang menjadi penyumbang terbesar realisasi investasi sektor pariwisata dengan 93,35 persen, terutama dari aktivitas usaha di kawasan Tiga Gili. Sementara Kecamatan Tanjung berada di posisi berikutnya dengan 3,78 persen.

“Harapan kita realisasi ini meningkat kembali, terutama di wilayah Tiga Gili, meskipun sekarang agak sedikit realisasinya karena beberapa hambatan, karena tiga gili itu masih dalam kawasan konservasi,” terangnya.

Ia menyebut kompetisi investasi global turut mempengaruhi minat investor, termasuk pergeseran investasi ke negara lain seperti Vietnam. “Investor kita itu larinya ke sana, karena di sana juga sangat welcome. Harapan ke depan Lombok Utara ya selalu kondusif dari segi keamanannya, tidak ada keributan. Supaya investor itu masuk. Kalau kita ribut ribut saja tidak bisa, mereka kan hanya butuh aman saja,” jelasnya.

Erwin menegaskan KLU memiliki berbagai potensi investasi yang tengah ditawarkan pemda, tidak hanya di kawasan Tiga Gili tetapi juga wilayah daratan.

“Kendala ini masih belum kita bersinergi dari semua sektornya, baik itu pariwisata maupun yang lainnya. Bagaimana mempromosikan potensi-potensi yang ada di Lombok Utara. Kita sudah petakan mana saja potensinya yang bisa ditawarkan ke investor. Ada jagung, Seven Spring Krakas, itu sudah kita buat kajiannya,” demikian.

- Advertisement -

Berita Populer