24.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaMataramDisnakertrans NTB Tegaskan Komitmen Wujudkan Migrasi Aman dan Adil bagi PMI

Disnakertrans NTB Tegaskan Komitmen Wujudkan Migrasi Aman dan Adil bagi PMI

Mataram (Inside Lombok) — Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Nusa Tenggara Barat menyatakan dukungan penuh terhadap upaya mewujudkan migrasi yang aman dan adil bagi pekerja migran Indonesia.

Komitmen tersebut disampaikan oleh Plt. Kepala Disnakertrans Provinsi NTB, Muslim, saat membuka kegiatan Peer Counselling Training for Strengthening Local Support Systems for Migran Workers and Their Families yang diselenggarakan oleh AWO International bersama GIZ Indonesia di Hotel Lombok Astoria, Mataram.

Pelatihan yang berlangsung pada 28–30 Oktober 2025 ini diikuti oleh perwakilan pemerintah daerah, lembaga sosial, serta organisasi masyarakat sipil dari Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Timur. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Learning Exchange and Collaboration Workshop sebelumnya, sebagai langkah konkret memperkuat sistem dukungan lokal bagi pekerja migran Indonesia dan keluarganya.

Dalam sambutannya, Muslim menyampaikan apresiasi kepada AWO International dan GIZ Indonesia atas inisiatif serta dukungan dalam menyelenggarakan pelatihan yang dinilai sangat penting dan bermanfaat. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan visi pembangunan daerah, NTB Maju, Sejahtera, dan Mendunia di mana kesejahteraan manusia menjadi pusat dari seluruh proses pembangunan.

“Melalui pelatihan ini, para peserta yang terdiri dari aparat desa, aktor sosial, dan lembaga swadaya masyarakat diharapkan mampu memberikan dukungan emosional dan sosial kepada pekerja migran serta keluarganya melalui pendekatan peer counselling,” ujar Muslim.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya memperkuat jejaring kerja antar lembaga, baik pemerintah, masyarakat, maupun mitra pembangunan internasionaluntuk membangun sistem perlindungan dan pemberdayaan yang lebih menyeluruh bagi pekerja migran Indonesia. Menurutnya, pola komunikasi dan kolaborasi yang efektif menjadi kunci agar informasi tentang migrasi aman dapat menjangkau masyarakat hingga ke tingkat desa.

“Kepala desa dan tokoh lokal perlu menjadi agen perubahan yang berperan aktif dalam mencegah migrasi non-prosedural. Pelatihan seperti ini diharapkan tidak berhenti pada teori, tetapi dilanjutkan dengan aksi nyata di lapangan,” tegasnya.

Saat ini, Disnakertrans NTB juga tengah menyiapkan berbagai kebijakan strategis, termasuk penyusunan buku pedoman sistem informasi ketenagakerjaan, sebagai upaya memperkuat perlindungan dan pelayanan bagi pekerja migran serta keluarganya.

Sementara itu, perwakilan BP3MI NTB memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini sebagai langkah nyata memperkuat sinergi antar-lembaga dalam memberikan pendampingan yang empatik dan responsif terhadap isu pekerja migran.

Dukungan juga datang dari mitra internasional. Stefan Bepler dari AWO International South Asia menyampaikan harapan agar pelatihan ini mampu meningkatkan kapasitas dukungan psikososial bagi pekerja migran, sedangkan Jessica dari GIZ Indonesia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi berkelanjutan untuk memperkuat kapasitas konselor lokal dalam memberikan pendampingan berbasis kepercayaan di tingkat komunitas.

Melalui kolaborasi ini, Disnakertrans NTB berharap pelatihan menjadi langkah nyata dalam memperkuat sistem perlindungan pekerja migran, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan sosial yang lebih peduli, empatik, dan tangguh di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat. (gil)

- Advertisement -

Berita Populer