Mataram (Inside Lombok) – Tingkat pemesanan hotel menjelang event MotoGP masih rendah. Dimana, H-10 event MotoGP pemesanan kamar belum mencapai 100 persen seperti tahun-tahun sebelumnya.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB, Ni Ketut Wolini, mengatakan bahwa setiap tahun gaung pelaksanaan event MotoGP ini terus menurun. Bahkan pada event tahun ini, tidak ada baliho yang massif terlihat, terutama di Kota Mataram. “Yang sekarang ini sangat menurun dan paling sepi,” katanya, Selasa (23/9) pagi.
Disebutkan, saat ini tingkat pemesanan kamar jelang MotoGP yaitu sebanyak 70 persen di wilayah penyangga yaitu di Lombok Barat dan Kota Mataram. Bahkan masih ada hotel-hotel yang tingkat okupansinya rendah, hanya mencapai 40 persen. “Ada yang 80 persen, ada yang masih 40 persen dan ada hitung-hitungan di situ,” katanya.
Khusus di kawasan Mandalika saja, kata Wolini, baru mencapai 80 persen. Padahal itu merupakan zona utama pelaksanaan MotoGP. “Itu kan zona utama pasti ramai dan penuh tapi itu juga masih 80 persen,” ungkapnya. Jika dibandingkan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, beberapa minggu sebelum event okupansi hotel sudah mencapai 100 persen.
Promosi MotoGP disebut belum maksimal di Tiga Gili di Lombok Utara. Padahal tingkat kunjungan wisatawan asing di destinasi wisata tersebut sangat tinggi akan tetapi tidak dimanfaatkan dengan baik. “ITDC harus menangkap peluang seperti itu. Karena sekarang presentasi ITDC itu baru 30 persen,” katanya.
Harusnya, tegas Wolini, ITDC bekerjasama dengan pelaku perhotelan untuk memaksimalkan promosi event MotoGP. ITDC disarankan untuk bisa membangun kerjasama lintas sektor termasuk PHRI. “Makanya ITDC itu jangan tertutup. Harus terbuka dengan stakeholder yang lain. Jangan merasa lebih hebat,” katanya.
Menurutnya, promosi event MotoGP harus dimaksimalkan sejak enam bulan sebelum kegiatan. Karena biasanya wisatawan sudah merencanakan perjalanan dan jika promosi event dilakukan saat ini dirasa sudah telat. “Ini harusnya enam bulan sudah digarap, Kalau sekarang di garap masih ada peluang, siapa tahu kita optimis ada penambahan dari penjualan tiket,” katanya.
Sementara itu, jumlah kamar hotel yang tergabung dalam PHRI NTB yaitu sebanyak 11.695 kamar. Dirincikan di Kota Mataram sebanyak 3.364 kamar, Kabupaten Lombok Barat sebanyak 4.868 kamar. Kabupaten Lombok Utara sebanyak 862 kamar, Kabupaten Lombok Tengah ada 711 kamar dan Lombok Timur ada 691 kamar.
Sedangkan untuk di Pulau Sumbawa tersedia sebanyak 1.203 kamar serta tersebar di lima kabupaten dan kota. Misalnya di Kabupaten Sumbawa Barat 320 kamar, Kabupaten Sumbawa sebanyak 365 kamar, Kabupaten Dompu ada 238 kamar, Kabupaten Bima sebanyak 95 unit kamar, dan Kota Bima sebanyak 185 kamar.

