Mataram (Inside Lombok) – Rencana relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) ke lahan milik PT Angkasa Pura ke Lahan Eks Bandara Selaparang yang semula dijadwalkan pada Rabu, 25 Februari 2026, mengalami penundaan. Penundaan dilakukan karena pihak Koperasi Karyawan Angkasa Pura (Kokapura) belum siap menerima pemindahan. Pemerintah Kota Mataram masih menunggu kesiapan dari Kokapura untuk melanjutkan relokasi tersebut.
“Kokapura menunda pemindahan ke dalam. Kokapura tidak siap hari ini,” kata Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang, Rabu (25/2/2026).
Martawang menjelaskan, keberhasilan relokasi bergantung pada komunikasi antara pelaku UMKM dan pihak Kokapura sebagai penyedia lahan. Pemkot Mataram berada pada posisi sulit karena sebagian pedagang menolak dipindahkan ke area Angkasa Pura, sementara warga mengeluhkan ketidaktertiban di kawasan tersebut.
“Kami menerima keluhan dari PKL yang khawatir dagangannya sepi jika pindah. Namun, kami juga menerima keluhan warga yang merasa terganggu dengan penggunaan trotoar untuk aktivitas berjualan, apalagi yang sifatnya semi permanen hingga permanen,” katanya.
Menurut Martawang, kondisi trotoar menjadi perhatian Pemkot Mataram sehingga relokasi tetap akan dilaksanakan setelah Kokapura siap. Meski menerima keberatan dari sejumlah pedagang, pemerintah tetap berkomitmen menjalankan aturan.
“Kapan pindah ini tergantung dari Kokapura. Kapan siapnya Kokapura, itulah waktu kita untuk memastikan rencana ini berjalan efektif. Kami ingin menciptakan win-win solution,” imbuhnya.
Setelah pedagang menempati area relokasi, Pemkot Mataram melalui organisasi perangkat daerah seperti Dinas Perdagangan dan Dinas Perindustrian akan melakukan proses kurasi. Langkah tersebut untuk memastikan objektivitas, kualitas produk, serta menjaga karakter keunggulan UMKM Kota Mataram, mengingat sebagian pedagang berasal dari luar daerah.
“Akan ada kurasi. Pihak angkasa pura akan menyerahkan sepenuhnya untuk kurasi itu ke Pemkot. Kita ingin masyarakat yang mengadu nasib ekonomi di sana bisa efektif usahanya, sementara penataan kota juga bisa terus kita jalankan,” pungkasnya.

