25.5 C
Mataram
Jumat, 30 Januari 2026
BerandaMataramPemkot Mataram Imbau Masyarakat Waspadai Potensi Penyebaran Virus Nipah

Pemkot Mataram Imbau Masyarakat Waspadai Potensi Penyebaran Virus Nipah

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi penyebaran virus Nipah, meski hingga kini belum ditemukan kasus pada manusia di Indonesia. Virus Nipah pertama kali terdeteksi di India dan Bangladesh pada Desember 2025 dan kini menjadi perhatian otoritas kesehatan.

Pemerintah pusat telah meningkatkan kewaspadaan melalui Surat Edaran Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.02/C/4022/2023 tentang kewaspadaan terhadap penyakit virus Nipah. Surat edaran tersebut ditujukan kepada pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, laboratorium kesehatan masyarakat, Kantor Kesehatan Pelabuhan, serta pemangku kepentingan terkait.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. Emirald Isfihan, menjelaskan bahwa virus Nipah umumnya ditularkan dari hewan, khususnya kelelawar, dan dapat menular ke manusia melalui perantara babi.

“Kalau babi itu penularannya kepada manusia. Karena kan manusia tidak makan kelelawar tapi babi. Babi itu makan sesuatu yang sudah terkontaminasi oleh virus tersebut seperti kelelawar,” katanya.

Emirald menegaskan, hingga saat ini virus Nipah belum ditemukan di Indonesia. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat mobilitas manusia yang tinggi. “Kan pergerakan manusia ini. Tapi tetap himbau kepada masyarakat untuk lebih waspada,” ujarnya.

Ia menyebutkan, gejala virus Nipah meliputi demam, meriang, pilek, serta gejala lainnya, dengan tingkat keparahan yang dapat menyebabkan kematian sekitar 40 persen. “Ini keparahan yang bisa menyebabkan kematian sekitar 40 persen. Angka ini tidak terlalu tinggi,” katanya.

Menurut Emirald, tingkat keparahan penyakit sangat bergantung pada kondisi tubuh penderita, terutama bagi kelompok rentan seperti bayi, lansia, dan mereka yang memiliki penyakit penyerta. Ia mengimbau masyarakat tetap menerapkan pola hidup sehat dan waspada terhadap riwayat perjalanan. “Ini kan ada riwayat perjalanan. Tapi kalau tidak ada itu tapi aman lah,” katanya.

- Advertisement -

Berita Populer