Pesona Festival Tambora Jadi Maskot Pariwisata NTB

Dompu (Inside Lombok) – Setelah melewati serangkaian acara sejak 31 Maret 2019 lalu, acara puncak Pesona Festival Tambora (FTP) 2019 yang dihadiri oleh ribuan orang baik undangan maupun masyarakat sekitar Kabupaten Dompu dilaksanakan dengan meriah, Kamis (11/04/2019). Hadir membuka acara tersebut Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Zulkieflimansyah (Bang Zul).

Dalam sambutannya Bang Zul menerangkan bahwa apa yang telah dilakukan oleh Kabupaten Dompu dengan menyelenggarakan FTP sejak tahun 2015 merupakan representasi nyata dari visi NTB saat ini, yaitu mencapai NTB yang gemilang.

“Kami ingin memastikan bahwa Kabupaten Dompu ini adalah tempat yang nyaman, hangat, dan bersahabat dengan invenstasi. Yang kedua, kita ingin memastikan bahwa NTB ini nyaman, menyenangkan, hangat, dan bersahabat untuk wisatawan. Yang ketiga, kita ingin masyarakat mampu menikmati keelokan alam yang kita miliki sendiri,” ujar Bang Zul dalam sambutannya pada puncak FTP tersebut.

Menurut Bang Zul, diselenggarakannya FTP di Taman Nasional Gunung Tambora (TNGT) di Doro Ncanga, Kawasan Taman Nasional Gunung Tambora, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu tersebut menunjukkan semangat ramah investasi, ramah wisatawan, serta menjadi jalan untuk menyejahterakan masyarakat baik di Kabupaten Dompu maupun sekitarnya.

“Hari ini dalam Festival Tambora ini, kita saksikan anak-anak dari dompu sendiri dengan wajah yang ceria menari-nari merefleksikan ekspresi kebahagiaan mereka sebagai bentuk betapa bahagianya masyarakat,” ujar Bang Zul.

Dalam acara puncak tersebut diselenggarakan beberapa kegiatan. Antara lain dua pertunjukan tari kolosal dengan judul “Doro Mantika” serta “Tambora dan Takdir Cinta” yang dipersembahkan oleh lebih dari 200 penari, serta penampilan dari salah satu penyanyi jebolan ajang pencarian bakat Indonesian Idol, Helena Andrian.

Tarian kolosal Doro Mantika memeriahkan puncak Acara FPT 2019, Kamis (11/04/2019) (Inside Lombok/Bayu Pratama)
Tarian Doro Mantika oleh ratusan penari memeriahkan acara puncak FPT 2019 (Inside Lombok/Bayu Paratama)

Turut Hadir pada puncak acara FTP tersebut Menteri Pariwisata (Menpar) melalui Staf Ahli Menpar Bidang Multikultura, Esti Reko Astuti, menyampaikan 3 poin yang menjadi catatan bagi Kemenpar dalam penyelenggaraan FTP ke lima di tahun 2019. 3 poin tersebut antara lain dirangkaikannya FTP dengan hari jadi Kabupaten Dompu, dipilihnya Lombok sebagai tujuan wisata halal nomor satu versi Indonesia Muslim Travel Index, serta masuknya FTP menjadi event nasional ke dalam Calendar of Event Wonderful Indonesia Kemenpar.

“Yang kaitannya dengan Festival Pesona Tambora, untuk jadi event nasional kita memfasilitasi supaya event ini menjadi profesional dan ditampilkan secara profesional. Ini akhirnya sampai saat ini sudah kelima kali,” ujar Esti.

Menurut Esti sendiri tidak sembarangan event di daerah yang bisa masuk menjadi event nasional. Untuk masuk ke Calender of Event Wonderful Indonesia sendiri setiap event di daerah perlu memenuhi unsur 5C, yaitu creative, cultural, comercial, communication, serta commitment.

Selain itu, Esti juga menyebutkan bahwa baik Pemerintah Provinsi NTB maupun pemerintah Kabupaten Dompu perlu terus menjaga kelestarian di TNGT sebagai lokasi acara FTP setiap tahunnya, mengingat wilayah tersebut tergolong sebagai objek wisata alam.

“Ini merupakan destinasi berbasis alam, jadi harus dijaga. Tadi ibu gubernur juga menyampaikan bahwa kita harus stop plastik-plastik. Jadi kalau bisa kita jaga bersama lingkungannya,” tegas Esti.

Esti menyebutkan bahwa ada tiga hal yang perlu diperhatian dalam pengembangan sebuah objek wisata baru, yaitu atraksi, amenitas dan aksesibilitas.

“Atraksi kita luar biasa punya potensi alam. Sedangkan aksesibilitas, dari Bima jarak tempuhnya tiga jam. Ini yang perlu kita atasi bersama nanti,” ujar Esti.

Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) NTB, Lalu M. Faozal, menyebutkan bahwa data kunjungan wisatawan ke Kabupaten Dompu, khususnya ke wilayah TNGT, menunjukkan peningkatan setiap tahunnya setelah diadakannya FTP pertama pada tahun 2015. Terutama untuk tujuan pendakian maupun olah raga off-road.

“Sekarang tahun ke-lima (FTP, Red). Dan sekarang kita saksikan kita sudah menunggu-nunggu festival ini. Walaupun sekarang masih orang Bima, orang Dompu, orang Sumbawa, tapi pada saatnya nanti untuk domestik dan mancanegara juga hadir, ujar Faozal.

Menurut Faozal hal tersebut menunjukkan seberapa kuatnya FTP menarik wisatawan untuk mengunjungi Tambora. Hal tersebut ditunjukkan dengan sejumlah wisatawan luar daerah yang telah mengikuti FTP sejak hari pertama di tanggal 31 Maret 2019 sampai pada puncak acara tersebut. Untuk itu, Dispar NTB sendiri telah mengeluarkan anggaran sebesar Rp2.5 miliar untuk membangun Geo-Side sebagai ruang publik bagi wisatawan yang berniat mengunjungi TNGT.