Pokdarwis Setuju Pembangunan Hotmix di Rinjani, Asalkan Sampai Pos 2

Ketua Pokdarwis Sembalun, Royal Sembahulun, di Selong, Kamis (22/07/2020). (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi).

Lombok Timur (Inside Lombok) – Bupati Lombok Timur Hari Sukiman Azmy berencana membangun beberapa fasilitas penunjang pariwisata Rinjani. Salah satunya pembuatan jalan hotmix. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sembalun setuju, asalkan hanya sampai pos 2.

“Kalau masalah rencana hotmix boleh-boleh saja, ini memudahkan para wisatawan mengakses Gunung Rinjani,” ujarnya, di Selong, Rabu (22/07/2020).

Dengan adanya jalan hotmix di Rinjani dapat memudahkan akses masyarakat. Hanya membutuhkan waktu 20 menit bisa sampai ke pelawangan. Dengan begitu masyarakat dapat lebih mudah menikmati keindahan Danau Segara Anak.

Lanjutnya, Namun yang harus memperhatikan dampak lingkungan yang disebabkan oleh pembangunan hotmix tersebut. Kendati demikian, dengan adanya hotmix tersebut, pada sektor ekonomi pasti ini juga akan berdampak besar kepada peningkatan pendapatan masyarakat.

“Porter bisa beralih fungsi menjadi ojek atau bisa beli hartop untuk ditawarkan sebagai jasa transportasi wisata bagi para pengunjung,” ucapnya.

Royal berharap kalau memang pemerintah serius ingin membangun jalan hotmix di kawasan BTNGR tidak perlu sampai Pelawangan. Melainkan cukup sampai Pos 2. Kemudian dari pos 2 melanjutkan pendakian dengan jalan kaki.

“Namun, wisatawan tidak boleh sembarangan membawa motor atau mobil, tetapi harus diatur agar wisatawan tetap merasa nyaman,” jelasnya.

Ia mengaku tidak sepakat jika rencana pembuatan hotmix tersebut sampai ke pelawangan. Royal ingin adanya perencanaan yang matang terkait rencana tersebut. Ia khawatir alam Rinjani bisa rusak dan ekosistem yang ada di atas terganggu oleh suara mesin.

“Kalau masalah aturan kan boleh-boleh saja. Buktinya sampai saat ini ada ojek sampai pos 2. Saya kira perlu kajian yang lebih dalam dulu terkait dampaknya terhadap lingkungan di Rinjani itu sendiri,” cetus Royal.

Dengan adanya jalan hotmix tersebut bisa membuka lapangan kerja baru yang tumbuh di sekitar Sembalun. Kemudian wisatawan yang lanjut usia juga bisa menikmati pemandangan Savana dari pos 2 tanpa harus mendaki. Royal mengatakan pejalan kaki dan ojek juga membuat jalan pendakian rusak karena tiap tahun dialiri aliran air ketika hujan dan membuat tanahnya tergerus.

“Jadi kalau di hotmix jalanya sudah jelas dan tidak perlu membuat jalan-jalan baru lagi. Baik ojek maupun pejalan kaki,” ucapnya.