Home Pariwisata & Budaya Sensasi Membelah Hutan Menuju ‘Skypiea’ Bukit Pal Jepang

Sensasi Membelah Hutan Menuju ‘Skypiea’ Bukit Pal Jepang

Pemandangan samudera awan yang terlihat dari bukit Pal Jepang, di Suela, Sabtu (19/09/2020). (Inside Lombok/Istimewa).

Lombok Timur (Inside Lombok) – Destinasi wisata di Pulau Lombok seakan tak ada habisnya. Selain pantai, Pulau Lombok juga memiliki gunung dan bukit yang tak kalah menarik untuk dikunjungi. Salah satunya Bukit Pal Jepang yang ada di Desa Suela Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur.

Dari Bandara Internasional Lombok, wisatawan membutuhkan waktu kurang lebih dua jam perjalanan untuk bisa sampai di pintu pendakian bukit ini. Setiap wisatawan diwajibkan untuk membayar retribusi tiket masuk sebesar Rp15.000. Durasi waktu pendakian dibatasi selama dua hari dan satu malam.

Mulai dari pintu masuk pendakian, wisatawan akan dimanjakan dengan pemandangan menarik. Yaitu panorama berupa perkebunan warga yang tertata rapi. Ada kebun wortel, kebun tomat, kebun cabe hingga kebun kol. Ketinggian bukit ini mencapai 2.300 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Setelah melewati jalur perkebunan warga, wisatawan akan melewati kawasan hutan. Bagian inilah yang paling dirindukan oleh wisatawan yang pernah berkunjung ke bukit ini. yaitu, membelah hutan menuju puncak bukit yang menawan.

Wisatawan dapat mencapai puncak bukit ini dalam empat hingga lima jam perjalanan. Semua lelah akan terbayar dengan keindahan panorama yang disajikan bukit ini. Termasuk keindahan padang ilalang yang terbentang sejauh dua kilometer sebelum mencapai puncak.

Pemandangan Rinjani yang gagah perkasa juga dapat dinikmati sepuasnya. Jika beruntung, wisatawan juga dapat menikmati hamparan awan yang luas. Seolah-olah wisatawan sedang berada di ‘Negeri Skypiea’, yaitu negeri dongeng di atas awan dalam anime ‘One Piece’. Menjadi suatu pengalaman dan sensasi yang tak terlupakan.

”Para pengunjung dapat menikmati samudera awan ini pada hari-hari tertentu, biasanya fenomena samudera awan mudah ditemukan saat cuaca mendung,” kata Ketua Pengelola Bukit Pal Jepang Didik Kurniawan, Jumat (18/09/2020).

Pengelola Bukit Pal Jepang juga sudah menyediakan tempat bagi wisatawan yang ingin mendirikan tenda. Letaknya pada ketinggian 2.110 mdpl. Pengelola tidak menyarankan wisatawan untuk mendirikan tenda di puncak bukit, karena di lokasi yang disediakan dirasa lebih aman.

Di pintu masuk pendakian bukit ini, pengelola juga melakukan protokol pencegahan penularan covid-19. Salah satunya dengan menyediakan tempat cuci tangan dan sabun.

Pengelola juga membatasi pengunjung sebanyak 150 orang per hari. Ini untuk menghindari jumlah pendaki yang berlebihan. Selain itu juga untuk mengontrol sampah di bukit ini. Setiap wisatawan diberikan kantong plastik untuk digunakan membawa kembali sampahnya.

“Kita juga membagikan kantong plastik bagi pengunjung dan mengharuskan membawa balik sampah mereka, guna menjaga kelestarian alam,” katanya.

Salah satu wisatawan yang berkunjung ke bukit ini Ferdy Arno Saputra menyatakan kekagumannya. Menurutnya, Bukit Pal Jepang menyuguhkan panorama dan sensasi yang berbeda dari bukit lainnya. Sehingga ia merasa akan berkunjung kembali jika ada kesempatan.

“Kalau ada kesempatan, saya ingin berkunjung lagi. Karena trek bukit ini beda dari bukit lainnya. Selama perjalanan, saya menikmati berbagai macam pemadangan. Ini yang tidak didapatkan dari bukit lain,” akunya.

Sementara itu, Kepala Balai Nasional Gunung Rinjani, Dedy Asriyadi mengapresiasi antusiasme wisatawan yang ingin berkunjung ke Bukit Pal Jepang. Ia juga mengimbau kepada pengelola untuk lebih memperketat protokol kesehatan. Ia juga mengimbau agar wisatawan taat pada protokol pencegahan covid-19.

“Kita juga mengimbau kepada pengunjung agar selalu menaati protokol yang sudah diterapkan di wilayah bukit pendakian,” imbaunya.