Disdik Loteng Siapkan Skenario Belajar Tatap Muka

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah, H. Sumum, Kamis (2/7/2020). (Inside Lombok/Ida Rosanti)

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Lombok Tengah mempersiapkan skenario belajar tatap muka pada tahun ajaran baru di masa pandemi Covid-19.

Beberapa skenario yang akan ditempuh, diantaranya adalah jumlah siswa akan dikurangi menjadi 18 orang dalam satu rombongan belajar (rombel). Sehingga sekolah yang memiliki siswa lebih dari 18 orang dalam satu rombel harus dibagi.

“Apakah akan dibagi siang dan sore belajarnya”,kata Kepala Dinas Pendidikan Lombok Tengah, H. Sumum, Kamis (2/7/2020).

Skenario kedua yang bisa ditempuh adalah mengurangi jam belajar menjadi empat jam. Pasalnya, jam keluar main akan ditiadakan.

“Karena siswa tidak boleh keluar main. Jadi belajar 4 jam, pulang. Karena yang prinsip pertama adalah sehat dulu”, ujarnya.

Menurutnya, yang paling penting dalam masa belajar tatap muka nantinya adalah kesehatan siswa. Langkah ini diharapkan bisa meminimalisir potensi siswa terpapar Covid-19.

“Sementara terkait dengan ketercapaian kurikulum menjadi urusan nomor dua”,kata Sumum.

Dia mengatakan, belajar tatap muka akan dilakukan ketika wilayah Lombok Tengah sudah masuk zona hijau Covid-19.

Itu pun harus atas komando tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19. Karena sekolah akan dibuka secara bertahap mulai jenjang SMP. Selanjutnya akan menyusul SD hingga kemudian PAUD dengan jarak masing-masing selama dua bulan.

“Kalau bulan Agustus zona hijau, kita akan evaluasi dulu kesiapan. Baru bulan September bisa masuk”, ujarnya.

Meski demikian, semua sekolah sudah diminta untuk mempersiapkan protokol pencegahan Covid-19 untuk mengantisipasi paparan Covid-19 ketika sudah masuk sekolah nanti.

“Baik itu tempat cuci tangannya. Kemudian jaga jarak, masker ha sanitizer,ujarnya.

Adapun Dinas Pendidikan tidak bisa memfasilitasi protokol pencegahan Covid-19 tersebut karena keterbatasan anggaran. “Kita tidak ada anggaran karena sudah dialihkan untuk penanganan Covid-19”,ujarnya.