Gubernur NTB Minta Pengiriman Mahasiswa ke China Diseriuskan

Gubernur Nusa Tenggara  Barat H Zulkieflimansyah di acara Sosialisasi Beasiswa ke China di Aula Handayani, Dinas pendidikan dan Kebudayaan NTB, Selasa (15/10). (Inside Lombok/Antara NTB/Naely)

Mataram (Inside Lombok) – Gubernur Nusa Tenggara Barat H Zulkieflimansyah meminta pengiriman mahasiswa ke China lebih diseriuskan oleh dinas pendidikan, karena negara itu nantinya akan menjelma menjadi kekuatan ekonomi dunia.

“Saya agak kecewa dengan dinas pendidikan, karena ketika ada program seperti ini, terkesan setengah hati, kurang bersemangat. Karena menurut saya China nantinya akan menjelma menjadi kekuatan induk ekonomi dunia,” ujarnya saat menjadi pembicara di acara Sosialisasi Beasiswa ke China di Aula Handayani, Dinas pendidikan dan Kebudayaan NTB, Selasa.

Setiap tahun 1.000 siswa NTB diharapkan dapat dikirim belajar China, agar dapat mengubah kondisi NTB ke depan.

Selain dikirim ke China, siswa NTB diharapkan dapat juga belajar ke negara-negara lain seperti Polandia, Rusia, dan Jerman, mengingat manfaat yang didapat sangatlah besar.

Sementara itu dari Divisi Kerjasama Lembaga Pengembangan Pendidikan ( LPP) NTB, Imanuela Andilolo, menyatakan program beasiswa ke China ini merupakan program parsial, di mana setengah pembayarannya, ditanggung orang tua.

“Dalam kategori beasiswa, ada kategori A, yang sepenuhnya dibiayai, selanjutnya ada kategori B, yang sifatnya parsial, beasiswa ke China ini masuk yang parsial dimana biaya tidak sepenuhnya ditanggung, kami hanya membiayai pemberangkatannya saja, seperti visa, paspor dsb, tergantung programnya masing-masing,” katanya.

Ia juga menyatakan, pihaknya telah medatangkan empat tutor bahasa Mandarin, yang akan memberikan pelatihan selama setahun, mengingat bahasa tersebut merupakan bahasa yang utama selain bahasa Inggris.

Standar kelulusan bahasa mandarin ini ditentukan oleh HSK4, dimana, apabila siswa tidak lulus ia punya pilihan untuk mengulang atau berhenti serta keempat tutor tersebut akan mengajar hingga Juni 2020.

Imanuela berharap para guru dapat menjaring siswa yang berminat pada program ini. “Kami berharap bapak dan ibu guru dapat menjaring siswa- siswa yang berminat untuk mengikuti program beasiswa ke China ini,” katanya. (Ant)