Lima Madrasah Negeri di Lobar Laksanakan Simulasi Belajar Tatap Muka

Suasana simulasi belajar tatap muka di MTSN 2 Lobar, Senin (16/11/2020). (Inside Lombok/Istimewa).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Dari tujuh  madrasah negeri di Lombok Barat, lima di antaranya telah mengantongi izin untuk melaksanakan simulasi belajar tatap muka yang dimulai hari ini. Di antaranya, MAN 1 Lombok Barat, MTSN 1 Lombok Barat, MTSN 2 Lombol Barat, MIN 1 di Langko, Lingsar, kemudian MIN 2 di Sesela, Gunung Sari.

Kemudian untuk MTSN 3 dan 4 belum bisa melaksanakan simulasi tatap muka lantaran terdapat beberapa item syarat yang belum terpenuhi.

“Secara kesiapan guru-gurunya sudah siap, namun ada beberapa item yang belum terpenuhi. Makanya kita belum bisa berikan simulasi” ungkap Kepala Kemenag Lobar, H. Jalalussayuthy, saat dikonfirmasi, Senin (16/11/2020).

Pola simulasi sendiri dilakukan secara bertahap, dengan menerapkan sistem shift. Sehingga selama satu minggu pelaksanaan simulasi ini, untuk yang MTS per-angkatan akan melakukan simulasi selama 2 kali dalam seminggu.

“Dengan sistem shift untuk yang MTS kelas VII dulu hari ini, kemudian besok kelas VIII dan lusa kelas IX dan itu berulang selama seminggu” terangnya.

Sementara untuk yang jumlah siswanya besar, seperti MAN 1 dan MTSN 1, dilaksanakan dengan sistem shift per-kloter maksimal 2 jam perharinya.

“Itu nanti misalnya kelas IX nya masuk jam 8 pagi sampai jam 10, kemudian nanti shift ke-duanya masuk jam 10:30 sampai jam 12:00 karena maksimal kan dua jam setengah paling lama untuk tatap mukanya” tandasnya.

Uji coba pertama ini, katanya, akan dilaksanakan sampai Sabtu mendatang. Apabila dalam simulasi ini tidak ditemukan kendala yang berarti, maka pembelajaran tatap muka akan dilanjutkan. Menyusul madrasah-madrasah dalam hal ini yang swasta di wilayah Lombok Barat untuk melakukan simulasi berikutnya.

“Untuk madrasah swasta, nanti rencana akan kita ajukan perizinannya ke tim covid-19 hari Kamis” imbuhnya.

Karena sejauh ini, sudah ada beberapa madrasah swasta termasuk pondok pesantren yang telah siap dan memenuhi persyaratan protokol covid-19 untuk melaksanakan simulasi tatap muka, yang rencananya akan dilaksanakan mulai pekan depan.

“Kita selesaikan percobaan di yang negeri ini dulu sampai tanggal 21 (Sabtu) besok” tandasnya.

Pihak Kemenag pun telah mengajukan daftar nama-nama yang mengajukan simulasi ke tim covid-19, guna dapat memudahkan mereka untuk melakukan pengawasan. Karena pelaksanaan simulasi tersebut, lanjut dia, harus melihat kelengkapan peralatan kesehatan pencegahan covid-19,  izin dan pengawasan tim covid kabupaten, kemudian izin dari orang tua siswa, serta persetujuan dari siswa itu sendiri untuk melaksanakan simulasi tersebut.

“Kalau ada anak yang merasa ndak siap, ndak apa-apa dia ndak ikut simulasi, ada yang orang tuanya juga tidak memberi izin, ya kita biarkan dan itu juga ndak masalah. Karena ini masih simulasi” pungkas Kepala Kemenag Lobar ini.

ia menyebut bahwa pihaknya menargetkan supaya pada akhir Desember nanti, supaya semua madrasah termasuk Ponpes di Lombok Barat sudah dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka secara merata.