Maksimalkan Belajar-Mengajar, Guru di Lotim Ini Ajak Murid Belajar di Taman

Pembelajaran tatap muka di tempat umum, di Selong, Senin (24/08/2020). (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi).

Lombok Timur (Inside Lombok) – Akibat Pandemi Covid-19, sekolah belum diberikan izin untuk memulai aktivitas belajar tatap muka. Guna memaksimalkan pembelajaran, guru di salah satu Sekolah Dasar di Selong mengajar di Taman Rinjani Selong.

Salah seorang Guru di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SD IT) Nurul Fikri Selong, Nurlina Sari mengatakan pembelajaran tatap muka di tempat terbuka merupakan keinginan dari siswa dan wali murid. Belajar dari rumah (BDR) dikatakan tidak efektif, untuk itu para wali murid meminta para guru untuk mengajar secara tatap muka.

“Segala bentuk metode yang kita terapkan dalam pembelajaran daring, tapi itu tidak efektif mengingat anak pada usia SD juga belum terlalu mengenal media sosial,” ucapnya.

Kerinduan siswa yang ingin bertemu dengan teman dan gurunya sangat tinggi. Sehingga pada awal bertemu, dikatakan Nurlina, banyak siswa yang menjatuhkan air mata haru saat bertemu dengan gurunya.

“Rasa bosan di rumah serta kerinduan mereka akan pembelajaran luring membuat para siswa rela belajar tatap muka di tempat umum,” katanya.

Pembelajaran yang dilakukan ditempat umum dimulai dari pukul 09.00 s/d 12.00 wita. Adapun untuk metode pembelajarannya, para guru hanya memberikan penjelasan agar para siswa paham apa yang akan menjadi tugasnya nanti.

“Kita belajar disini untuk memberikan penjelasan pembelajaran kepada siswa. Adapun dalam proses pembelajaran ini dilakukan sesuai dengan tuntutan wali murid untuk memulai pembelajaran luring,” jelasnya.

Salah seorang murid kelas IV SD IT Nurul Fikri Selong, Sila mengaku senang dengan proses pembelajaran seperti ini dikarenakan dapat bertemu langsung dengan teman dan juga gurunya.

“Saya bosen di rumah, belajar di rumah cuma menghabiskan kuota saja,” ucap bocah 9 tahun itu.

Sila merindukan aktivitasnya di sekolah. Untuk itu, ia berharap agar sekolah bisa dibuka lagi agar hafalan Al-Qur’annya tidak hilang akibat kebanyakan bermain.