26.5 C
Mataram
Kamis, 18 Juli 2024
BerandaPendidikanPemerintah Canangkan Sekolah Aman Bencana

Pemerintah Canangkan Sekolah Aman Bencana

Mataram (Inside Lombok) – Bekerjasama dengan Lumbung Inovasi Yayasan Pemandu Etika, Kementerian Pendidikan Republik Indonesia mengembangkan Sistem Informasi Monev Satuan Pendidikan Aman Bencana (SIM SPAB), Selasa (26/02/2019). SIM SPAB tersebut berfungsi sebagai sumber informasi yang akan digunakan sekolah-sekolah di Indonesia untuk menghadapi bencana alam.

Pendiri Lumbung Inovasi, Lalu Lian Hari Wangi, menerangkan bahwa SIM SPAB akan memetakan kesiapan sekolah-sekolah terkait pengadaan program persiapan sebelum terjadinya bencana, ketika bencana terjadi, dan tindakan-tindakan yang harus dilakukan setelah bencana.

Menurut Lian, SIM SPAB akan menjadi jendela informasi bagi sekolah-sekolah tersebut untuk mengadakan fasilitas sekolah aman, manajemen bencana, serta pendidikan pencegahan dan pengurangan risiko bencana.

“Sistemnya sebenarnya kita buat berjenjang. Pertama dengan beberapa fitur yang memang kita kejer ke sekolah-sekolah. Pengaplikasiannya nanti akan diisi secara mandiri oleh sekolah untuk melihat bagaimana mereka mempersiapkan diri untuk menghadapi bencana,” ujar Lian saat dihubungi Inside Lombok, Selasa (26/02/2019).

- Advertisement -

Lian menerangkan bahwa SIM SPAB dikembangkan sebab ada 126.681 sekolah di Indonesia yang berada di wilayah yang berisiko tinggi terhadap bencana. Dampak bencana akan menjadi lebih parah jika bencana terjadi pada saat proses belajar-mengajar sementara Guru dan Murid sama-sama kurang mengetahui informasi soal mitigasi bencana.

Untuk memaksimalkan fungsi SIM SPAB sendiri, khususnya di NTB, Lumbung Inovasi bersama Kementerian Pendidikan menggandeng kepala daerah dari 10 kabupaten yang ada di NTB. Diantaranya Kabupaten Bima, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Sumbawa, Kota Bima, Kabupaten Dompu, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Sumbawa Barat, Kota Mataram, dan Kabupaten Lombok Timur.

Lebih jauh Lian menerangkan bahwa Bupati dari Setiap Kabupaten tersebut telah menandatangai Pernyataan Komitmen berisi pernyataan untuk (1) memberikan perhatian penuh terhadap pelaksanaan tiga pilar satuan pendidikan aman bencana; dan (2) menerapkan monitoring-evaluasi SPAB di semua sekolah sebagai bentuk tanggungjawab pemerintah Kabupaten/Kota dalam rangka penguatan implementasi SPAB.

“Saat ini baru Kabupaten Lombok Utara yang sudah mengintegrasikan SIM SPAB dengan programnya. Tapi 10 Kabupaten/Kota tersebut sudah menyatakan setuju,” ujar Lian.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Sitti Rohmi Djalillah, turut menyampaikan apresiasinya atas pengembangan SIM SPAB dan penandatanganan Pernyataan Komitmen oleh 10 Bupati Kabupaten/Kota di NTB tersebut. Menurut Rohmi, SIM SPAB akan memberikan kemudahan bagi Dinas Pendidikan dalam mengumpulkan data sekolah-sekolah yang telah memberikan edukasi mitigasi bencana bagi guru dan siswanya.

Dengan adanya data tersebut akan menjadi acuan bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan untuk penanganan dan pencegahan bencana di masa akan datang.

“Yang terpenting penggunaannya yang berkelanjutan. Jangan sampai setelah dilaunching tidak diisi dan dimanfaatkan dengan baik”, pungkas Rohmi.

- Advertisement -

Berita Populer