26.5 C
Mataram
Senin, 4 Maret 2024
BerandaPendidikanSimulasi Pada 11 Sekolah di Lobar Berjalan Lancar, Sekolah Lain Menyusul

Simulasi Pada 11 Sekolah di Lobar Berjalan Lancar, Sekolah Lain Menyusul

Lombok Barat (Inside Lombok) – Hasil evaluasi simulasi belajar tatap muka dari 11 sekolah di Lombok Barat, disebut tidak ada kendala dan sejauh ini berjalan lancar dan sesuai dengan ketentuan protokol covid-19.

Bahkan, sekolah lain di luar dari 11 sekolah yang saat ini sudah melakukan simulasi, tengah berpacu mempersiapkan diri untuk memulai simulasi berdasarkan hasil dari studi tiru yang telah dilakukan.

“Dengan melakukan studi tiru itu, mereka jadi memiliki gambaran objektif apa yang harus dipersiapkan” tutur Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dibud) Lobar, H. Hairudin, saat ditemui di kantornya, Rabu (02/12/2020).

Tindak lanjut dari studi tiru yang dilakukan yakni dengan mengirimkan kuisioner yang harus dipenuhi dengan standar nilai minimal yang harus diperoleh 85, sebelum kemudian diberikan izin untuk melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah.

- Advertisement -

“Alhamdulillah mereka sudah di atas itu” ungkapnya.

Namun, dari hasil koordinasi yang dilakukan pihaknya dengan Bupati Lombok Barat, bahwa keputusannya tetap sama. Di mana belajar tatap muka tersebut tetap harus dilakukan secara bertahap (step by step) dan tidak bisa langsung dilakukan secara menyeluruh dalam satu waktu.

Karena, dalam hal ini, lanjutnya, Pemda diberikan keleluasaan (kewenangan) untuk memberikan izin pelaksanaan pembelajaran tatap muka di wilayahnya.

“Nanti di bulan Januari kita akan buka, tetapi tetap secara ketat dan tidak semua” tegas dia.

“Karena yang pertama harus digaris bawahi adalah tetap harus mengutamakan keselamatan peserta didik, tenaga pendidik dan masyarakat sekitarnya” imbuhnya.

Rencananya, pada awal tahun mendatang, izin pembelajaran tatap muka tersebut akan diberikan kepada sekolah perwakilan dari masing-masing kecamatan.

“Tinggal kita indentifikasi dari kuisioner yang masuk itu, kira-kira kecamatan ini berapa sekolah yang layak. Nanti kalau sudah maksimal yang lain ini bergerak, evaluasi, buka yang lain lagi. Terus seperti itu” papar Hairudin.

Di mana saat ini, Dikbud tengah melakukan kajian terhadap kuisioner yang sudah masuk untuk persyaratan pelaksanaan belajar tatap muka yang akan dimulai awal tahun mendatang.

“Dan kita akan merata, kalau kemarin itu kan ndak semua kecamatan. Sekarang semua kecamatan sudah mengajukan dan kita identifikasi” bebernya.

Pihaknya pun berharap semua kecamatan yang ada di Lombok Barat dapat masuk dalam sekolah yang melaksanakan pembelajaran tatap muka di semester genap, Januari tahun depan.

Penilaian yang paling ditekankan dalam hal ini, terkait dengan kelengkapan protokol covid-19, serta protap yang ada di sekolah tersebut.

“Artinya, harus ada SOP gerakan-gerakan anak, mulai dari depan gerbang, mereka belajar, sampai mereka pulang lagi” tandasnya.

Hal tersebut harus diperketat untuk dapat menghindari terjadinya kerumunan.

Hairudin mengapresiasi ekspose kesiapan pembelajaran tatap muka yang dilakukan SMPN 5 Lembar, yang dibackup Puskemas Jembatan Kembar, serta Polsek Lembar. Di mana kolaborasi itu dinilai dapat menghasilkan SOP yang jelas. Termasuk mengenai sistem shif yang akan berjalan ketika nanti sudah mengantongi izin untuk belajar tatap muka.

- Advertisement -

Berita Populer