31.5 C
Mataram
Jumat, 14 Juni 2024
BerandaPendidikanSimulasi Tatap Muka Madrasah di Lobar Dimulai Pekan Depan

Simulasi Tatap Muka Madrasah di Lobar Dimulai Pekan Depan

Lombok Barat (Inside Lombok) – Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Barat berencana akan mulai laksanakan simulasi tatap muka di 7 sekolah negeri yang ada dibawah naungan Kemenag, dimulai dari senin pekan depan.

“Saat ini kami di Kemenag Lobar, sedang kita cek untuk persiapan simulasi untuk sekolah (madrasah, read) negeri dulu”kata Kepala Kemenag Lobar, Hm Jalalussayuthy, saat dikonfirmasi, Selasa (10/11/2020).

Ia melanjutkan, dari hasil pemetaan yang dilakukan pihaknya, bahwa 7 sekolah yang akan melaksanakan simulasi tersebut terdiri dari, 1 MAN, yakni MAN 1 Gerung. Kemudian 2 MIN, yaitu MIN 1 di Langko, Lingsar dan MIN 2 di Sesela, Gunung Sari. Serta 4 MTSN, yaitu MTSN 1 Gerung, MTSN 2 di Kediri.

“Jadi mereka sudah siap semua dan sudah melapor kepada kami, terutama yang berkaitan dengan peralatan protokol kesehatan. Tinggal menunggu izin dari tim covid” jelasnya.

- Advertisement -

Sedangkan untuk MTSN 3 dan 4 diakui Jalal, bahwa pihaknya menilai peralatan protokol yang dimiliki belum lengkap. Sehingga saat ini, pihaknya masih menunggu laporan dari Kasi Madrasah. Dan akan turun untuk meninjau persiapan si sekolah tersebut.

Sejauh ini, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak Forkopimda Lobar.

“Kita bersurat ke tim covid kabupaten supaya minggu depan percobaan simulasi ini bisa terlaksana” tuturnya.

Kendati di lapangan ada banyak madrasah swasta yang telah melaksanakan kegiatan di sekolah, kepala Kemenag Lobar ini mengaku bahwa hingga saat ini, pihkanya belum mengeluarkan surat izin resmi untuk pembelajaran secara tatap muka.

“Cuma karena BDR (Belajar Dari Rumah) banyak yang tidak jalan, para siswa sudah bosan tidak ada kegiatan. Akhirnya mereka berinisiatif sendiri dengan tetap menjalankan protokol kesehatan dengan tetap menggunakan sistem shift” bebernya.

Sementara untuk madrasah yang reguler dan melaksanakan kegiatan di sekolah, pihaknya menghimbau supaya tetap memperketat penerapan protokol kesehatan.

Namun, terkait dengan pondok pesantren, dirinya menyebut bahwa pondok pesantren yang saat ini telah melaksanakan kegiatan, merupakan pondok yang siswa dan gurunya tetap berada di lingkungan pondok (tidak beraktivitas keluar masuk). Untuk mengantisipasi penularan yang bisa dibawa dari luar. Ia menilai di sana penerapan protokol kesehatannya cukup ketat.

“Itu atas inisiatif merek dan sudah izin secara lisan. Dengan catatan dia (siswa dan guru) tidak boleh ada yang masuk dan keluar” tandasnya.

Jika simulasi yang akan diselenggarakan tersebut berjalan lancar, katanya, maka secara bertahap, semua sekolah bisa melaksanakan belajar secara tatap muka di sekolah.

“Satu minggu kita akan coba, kalau lancar, kita akan perpanjang lagi, baru kita buka permanen” tutupnya.

- Advertisement -

Berita Populer