Bersimbah Darah, Warga Desa Kekeri Ini Diduga Meninggal Karena Dibunuh

Pihak Kepolisan mengecek kondisi mayat MK yang menjadi korban dugaan perampokan berujung maut di Dasan Gegutu Kekeri Timur, Jumat (03/05/2019) (Inside Lombok/Polsek Gunungsari)

Mataram (Inside Lombok) – Kasus pencurian berujung maut terjadi di salah satu rumah di Dasan Gegutu Kekeri Timur, Desa Kekeri, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat (Lobar), Jumat (03/05/2019) sekitar pukul 06.00 Wita. Korbannya, seorang ibu berinisial MK (53) ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa dengan luka sayatan di leher.

Kapolsek Gunungsari, Iptu Kahar Muzakar, yang membenarkan kejadian tersebut menerangkan bahwa dari hasil intogasi saksi berinisial BR (adik korban) diketahui bahwa sekitar pukul 05.30 Wita BR berencana mengambil tempe untuk dijual di toko milik korban di Pasar Sayang-sayang. Namun BR mendapati toko tersebut dalam keadaan sudah terbuka. Karena itu, BR memutuskan untuk menuju ke rumah korban di Dasan Gegutu.

Sesampainya di rumah korban, BR juga mendapati pintu rumah korban sudah terbuka. Setelah masuk ke dalam rumah, BR menemukan korban sudah tergeletak bersimbah darah. Seorang saksi lainnya berinisial SR yang merupakan tetangga korban juga menerangkan bahwa pada malam sebelum kejadian dirinya sempat membantu korban membungkus gula untuk dijual di Pasar Sayang-sayang.

“Ke SR korban sempat bercerita jika kemarin malam dan malam-malam sebelumnya ada yang melempar atap rumahnya dan membuka pintu pagar rumahnya,” ujar Kahar, Jumat (03/05/2019) melalui rilis resminya.

Piket Reskrim dan Ident bersama Anggota Polsek Gunungsari dan Piket SPK yang dipimpin oleh Kapolsek Gunungsari sendiri mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) sekitar pukul 06.30 Wita dan menemukan korban dalam keadaan mengenaskan dimana korban mengalami luka robek akibat sayatan di bagian leher dan pergelangan tangan kanan. Selain itu, bagian wajah, kepala, hingga bahu korban ditemukan dalam keadaan bersimbah darah.

Sampai saat ini fakta yang baru dikumpulkan oleh pihak kepolisian adalah dibobolnya toko korban yang berlokasi di Pasar Sayang-sayang serta hilangnya telepon genggam milik korban. Untuk itu, pihak kepolisan masih terus melakukan penelusuran atas kasus tersebut.

Saat ini jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan proses autopsi. Di TKP sendiri Piket Reskrim dan Ident bersama Anggota Polsek Gunungsari dan Piket SPK yang dipimpin oleh Kapolsek Gunungsari telah memasang garis polisi untuk proses penyelidikan lebih lanjut.