Dikenal Pintar, Remaja Gantung Diri di Loteng Mondok di Ponpes

Ilustrasi (tribunnews.com)

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Kepala Dusun Bebie desa Mekar Damai kecamatan Praya, Toni mengaku kaget ketika mengetahui ada warganya yang tewas gantung diri pada Sabtu (16/8/2020) malam lalu.

“Kaget tak menyangka”,kata Toni, Selasa (18/8/2020).

Dia membenarkan keterangan beberapa saksi bahwa penyebab warganya yang bernama Khaerul Anam (16) gantung diri karena persoalan keluarga. Di mana, remaja tersebut adalah korban broken home.

“(Itu) bagian dari penyebab saja. Tapi bukan sepenuhnya”, katanya.

Dikatakan bahwa Khaerul Anam tinggal bersama ayah kandungnya setelah ibunya meninggal dunia tiga tahun lalu. Ayahnya kemudian menikah lagi.

Hanya saja, Anam jarang berada di rumah karena mondok di Ponpes Nurul Hakim Kediri Lombok Barat.

“Jarang pulang. Ini kemarin dia pulang libur panjang karena Corona”,imbuh Toni.

Khaerul Anam, lanjutnya tidak memiliki gejala sakit jiwa yang bisa menjadi pemicu dia gantung diri. Remaja tersebut bahkan dikenal
pintar dan selalu meraih juara kelas di sekolahnya.

“Normal anaknya berprestasi malah, selalu dapet juara di kelasnya di Kediri Nurul Hakim”,tutur Toni.

Dia mengatakan, keluarga menolak autopsi jenazah Anam karena tidak ingin menimbulkan asumsi yang tidak-tidak di tengah masyarakat.

“Kemudian sudah menyerahkan bahwa bagaimana pun cara meninggalnya adalah menjadi takdir dan suratan illahi”,katanya.

Diketahui bahwa warga dusun Bebie desa Mekar Damai pada Sabtu malam (15/8/2020), geger. Salah seorang warganya, Khaerul Anam ditemukan tewas gantung diri di sebuah berugak tidak jauh dari rumahnya.

Aparat kepolisian sendiri kesulitan untuk mengungkap motif bunuh diri pelajar 16 tahun tersebut. Pasalnya, pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan outopsi. Dan, memilih menerima musibah yang menimpa korban.

“Keluarga tetap menolak autopsi dan menerima (kematian) korban”, kata Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, AKP Priyo Suhartono, Selasa (18/8/2020).

Dari hasil visum di luar tubuh korban, tidak ada tanda-tanda kekerasan. “Murni gantung diri”,terangnya.

Sementara terkait dengan penyebab Anam gantung diri karena broken home, dia mengaku tidak tahu secara pasti. “Nah, tidak tahu itu”, katanya singkat.