Longsor di depan Patung Sapi Narmada Akibatkan Kerugian Rp25 Juta

Situasi saat material longsor menutupi sebagian ruas jalan di depan patung sapi, Narmada. Selasa (22/06/2021). (Inside Lombok/Istimewa).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Longsor menyebabkan jebolnya tanggul sawah salah seorang warga. Longsor berasal dari bagian atas pinggir jalan desa Narmada, tepatnya di depan patung sapi. Ini mengakibatkan kerugian kurang lebih sekitar Rp 25 juta. Namun tidak ada fasilitas umum yang terdampak.

Longsor terjadi akibat curah hujan yang tinggi di kawasan itu dalam seminggu terakhir ini. Sehingga tanggul sawah yang ada di atas jala tersebut jebol. Sehingga menyebabkan batu pasang yang menahan tanah diatasnya ikut ambruk. Material longsoran itu pun sempat menutupi sebagian ruas jalan dan mengakibatkan kemacetan.

“Itu tanggul sawah warga jebol dan batu pasang di bawahnya ikut ambruk karena air dari atas sawah” kata Camat Narmada, M. Busyairi, saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp, Rabu (23/06/2021).

“Kerugian yang diakibatkan diperkirakan sampai Rp 25 juta” imbuhnya.

Pada saat kejadian, pihaknya langsung melapor dan berkoordinasi dengan BPBD Lobar. Sehingga material longsor dapat cepat dibersihkan dan lalu lintas di kawasan itu tidak lama tersendat.

“Karena saat kejadian itu hujan, jadi tanahnya jatuh ke jalan dan bahaya bagi pengendara yang lewat. Tapi syukurnya tim reaksi cepat BPBD langsung membersihkan material di lokasi,” bebernya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kabid pencegahan dan kesiapsiagaan BPBD Lobar, H. Tohri, menyebut bahwa longsor yang terjadi di Narmada itu murni diakibatkan karena semakin tingginya intensitas hujan. Karena Narmada, diakuinya, termasuk salah satu wilayah di bagian tengah Lobar yang rawan bencana seperti banjir dan longsor.

“Setelah dapat informasi kami langsung turun bersama 10 personel BPBD, bersama kepolisian dan warga langsung membersihkan material longsor” tuturnya.

Kejadian pada Selasa (22/06/2021) pukul 15.30 Wita itu, diceritakannya sempat menutup sebagian ruas jalan. Sehingga lalu lintas dialihkan menjadi satu jalur. Namun pada pukul 17.30 Wita, lalu lintas di kawasan itu sudah mulai normal kembali.

Sehingga pihaknya lebih mengintensifkan koordinasi dengan pihak desa mau pun kecamatan. Untuk bisa mengantisipasi kejadian serupa yang bisa saja terjadi.

“Dengan perubahan cuaca ini, melalui surat edaran BPBD kepada para camat supaya tetap mengantisipasi ketika kondisi seperti ini” tandasnya.