Kepala BPBD NTB Ramaikan Bursa Calon Wali Kota Mataram

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Ahsanul Khalik (tengah) saat menyatakan niatnya maju dalam bursa bakal calon Wali Kota di Pilkada Kota Mataram 2020. (Inside Lombok/ANTARA/Nur Imansyah).

Mataram (Inside Lombok) – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat, H. Ahsanul Khalik ikut meramaikan bursa bakal calon Wali Kota Mataram setelah mendaftarkan diri melalui empat partai politik untuk Pilkada Kota Mataram 2020.

“Saya secara formal sudah mendaftarkan diri di empat partai politik, Golkar, PAN, PPP dan NasDem, khusus NasDem saya hanya melengkapi berkas saja,” kata Ahsanul Khalik di Mataram, Minggu.

Ahsanul Khalik atau akrab disapa AKA ini, menyatakan untuk menghadapi Pilkada Kota Mataram, dirinya mengusungtagline “Mataram Bersinar” atau akronim dari bersih, sehat, indah, aman dan religius.

Dirinya, mengaku maju sebagai bakal calon Wali Kota Mataram dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya, karena memiliki banyak pengalaman sebagai birokrat mulai dari pegawai terendah hingga eselon II baik di Kota Mataram hingga provinsi.

“Saya mulai berkarir sebagai ASN dari yang paling bawah. Di Kota Mataram pernah menjadi Kepala Dinas Sosial dan lama bertugas sebagai Camat Cakranegara. Jadi saya tahu betul seluk beluk kota ini, mulai era wali kota Pak Mujitahid, Mas’ ud, Ruslan hingga walikota sekarang Ahyar Abduh,” tegasnya.

Ahsanul, menegaskan untuk membangun Kota Mataram, dirinya menawarkan konsep berkelanjutan. Yakni dengan melanjutkan pembangunan yang sudah dilakukan para pendahulu di Kota Mataram.

“Kenapa, harus berkelanjutan karena kalau tidak yang sengsara masyarakat. Saya tahu kekurangan dan apa yang saya harus tutupi dari pemimpin terdahulu. Apa yang kurang dan lebih saya akan coba kemas menjadi sesuatu yang baru,” jelas mantan Kepala Dinas Sosial NTB tersebut.

Ahsanul menambahkan, konsep keberlanjutan kota tersebut nantinya akan disinergikan dengan program kolaboratif government, yakni bagaimana program kota bisa dikombinasikan dengan daerah penyangga, seperti Lombok Barat. Karena, bagaimanapun Kita Mataram merupakan etalase NTB sebagai ibu kota provinsi.

Ahsanul Khalik, menambahkan untuk menjadikan kota Mataram lebih baik, dirinya akan sering-sering turun ke masyarakat untuk melihat apakah masyarakat menerima program-program yang ditawarkannya. Sekaligus melihat sejauh mana elektabilitasnya sebagai seorang bakal calon walikota.

Sementara itu, terkait pendaftarannya maju sebagai bakal calon walikota, dirinya tidak akan terbatas pada empat partai tersebut. Namun, dirinya akan menjalin komunikasi dengan partai-partai lainnya.

“Tentu nanti ada tahapan-tahapan selanjutnya, karena politik itu dinamis,” ucapnya.

Ia menambahkan, dirinya juga telah berkomunikasi dengan Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah terkait niatnya maju di Pilkada Kota Mataram sebagai atasannya karena dirinya masih berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Kalau komunikasi dengan gubernur dan wagub sudah lama. Hanya saja waktu itu saya masih lihat situasi. Saya mendaftar pun sudah lapor dan mereka mempersilahkan dan kalau saya diberi mandat untuk maju saya siap untuk mundur sebagai ASN,” tegas AKA.

Karena itu, dirinya pun optimis dapat bersaing dalam bursa calon Walikota Mataram. Karena bagaimanapun semua calon yang sudah tampil memiliki peluang yang sama.

“Saya memiliki keyakinan partai-partai akan mencari yang terbaik bagi pemimpin kota kedepan. Karena itu, atas izin Allah saya beranikan maju sebagai calon Walikota Mataram,” katanya. (Ant)