Ada 500 Desa Miskin di NTB

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi NTB, Ir. Ridwan Syah, M.Sc., MTP. (Inside Lombok/IL2)

Mataram (Inside Lombok)- Kemiskinan yang ada di NTB semakin meningkat setelah bencana gempa. Sebanyak 500 desa dikategorikan miskin dari 975 desa dan 1.137 kelurahan.

Data ini merupakan hasil survey data dari BDT. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi NTB, Ir. Ridwan Syah, M.Sc., MTP., mengatakan bahwa pihaknya akan fokus dulu menangani 100 desa yang miskin dari 500 itu. Pihaknya akan melakukan verifikasi dan pemetaan terlebih dahulu.

“Dari semua desa ini kita petakan dulu. Dari dasar itulah kita pilih mana desa yang paling banyak mikro kemiskinannya dan kita akan fokuskan penanganannya,” ujarnya, di Mataram, Jumat (05/10/2018).

Ia juga mengatakan bahwa Provinsi NTB hanya mampu untuk membangun 2.300 unit rumah bagi rumah yang tidak layak huni.

“Kalau kita sebar 2.300 unit rumah itu kepada 1.137 desa, maka 1 desa hanya mendapatkan 2 rumah itu sama dengan kita menggarami lautan, tidak ada artinya,” ujarnya.

Kemiskinan di NTB meningkat pascagempa. Berdasakan data BAPPENAS, dari yang awalnya 14,75% menjadi 15,88%. Beberapa penyebannya yaitu lemahnya tingkat pendidikan, kesehatan, prasarana dasar, dan lemahnya pendapatan di tingkat masyarakat. (IL2)