25.5 C
Mataram
Jumat, 1 Maret 2024
BerandaTradisi BudayaRoah Sukur Siu, Tradisi Warga Jurit Ucapkan Rasa Syukur pada Sang Pencipta

Roah Sukur Siu, Tradisi Warga Jurit Ucapkan Rasa Syukur pada Sang Pencipta

Lombok Timur (Inside Lombok) – Ratusan masyarakat Desa Jurit, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur berkumpul di Mata Air Kokok Bumbang untuk menggelar prosesi Roah Sukur Siu. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada sang pencipta.

Ratusan orang berkumpul di Mata Air Kokok Gumbang untuk menggelar Roah Sukur Siu dengan cara menyembelih dua ekor sapi dan ratusan ekor ayam untuk dikonsumsi bersama dengan sanak keluarga. Hal itu dilakukan sebagai bentuk syukur atas segala limpahan nikmat yang diberikan Tuhan kepada masyarakat Desa Jurit.

Kepala Desa Jurit, Zulkarnaen menjelaskan bahwa makna dari kata “Roah” sendiri bermakna menggelar selamatan dengan cara mengundang tetangga dan sanak keluarga untuk melangsungkan zikir bersama, sementara “Sukur” memiliki makna ungkapan terima kasih dengan limpahan nikmat dan rahmat yang diberikan oleh sang pencipta, sedangkan “Siu” memiliki suatu makna yang tak terhingga untuk menggambarkan nikmat dari yang kuasa. Namun bukan berarti dalam jumlah kuantitatif melainkan rasa syukur yang tak terhingga.

“Gawe ini salah satu bentuk syukur atas segala nikmat yang telah Allah anugerahkan kepada kita yakni berupa mata air, meski debit airnya berkurang di musim kemarau. Namun masih bisa mencukupi kebutuhan masyarakat Jurit,” terangnya, Sabtu (28/10/2023).

- Advertisement -

Prosesi adat sendiri diawali dengan arak-arakan oleh warga dengan menggunakan baju adat khas Sasak menuju ke mata air, selanjutnya melaksanakan ritual permohonan izin kepada masyarakat dan makhluk tak kasat mata untuk menggelar ritual di mata air Kokok Bumbang.

“Permohonan izin kita lakukan kepada masyarakat dan penghuni halus di sumber mata air dengan memotong dua ekor ayam yang dipimpin oleh pemangku adat,” katanya.

Sementara itu, Penjabat Bupati Lombok Timur, M. Juaini Taofik mengatakan akibat cuaca panas yang melanda Lombok Timur dikhawatirkan dapat membuat debit air menyusut. Namun hal ini tak boleh dikeluhkan, melainkan selalu bersyukur dengan segala nikmat dan ujian yang diberikan oleh pencipta.

“Mengucapkan rasa syukur itu ada beragam bentuknya, namun yang paling tinggi yakni syukur dengan perbuatan seperti yang dilaksanakan oleh masyarakat desa Jurit,” terangnya.

Ia juga mengapresiasi budaya yang dilakukan oleh masyarakat Desa Jurit seperti meminta turunnya hujan di musim kemarau saat ini. Melalui kegiatan tersebut pula dikatakan Bupati sebagai bentuk ikhtiar dalam mengembangkan desa wisata dan mempertahankan adat dan budaya yang ada di tengah-tengah masyarakat. (den)

- Advertisement -

Berita Populer